SIAK - Kualitas udara di Kabupaten Siak, Riau, kembali memburuk. Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Kamis (17/9/2026) pukul 15.00 WIB menunjukkan 12 dari 14 kecamatan berada dalam kategori tidak sehat.
Kondisi terburuk tercatat di Kecamatan Minas dengan nilai ISPU mencapai 197, disusul Kandis 195 dan Tualang 188.
Angka tersebut menempatkan sebagian besar wilayah Siak dalam kondisi yang perlu diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Berdasarkan data yang dipublikasikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Siak, selain tiga kecamatan tersebut, nilai ISPU tinggi juga tercatat di Kerinci Kanan sebesar 187, Lubuk Dalam 186, Koto Gasib 182, Sungai Mandau 181, Dayun 179, Pusako 177, Mempura 175, Sungai Apit 173, dan Sabak Auh 172.
Sementara itu, Kecamatan Siak mencatat ISPU 146 atau masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Hanya Kecamatan Bunga Raya yang masih berada pada kategori sedang, dengan nilai ISPU 59.
Berikut kondisi ISPU di 14 kecamatan di Kabupaten Siak pada Kamis sore:
Minas: 197 - Tidak Sehat
Kandis: 195 - Tidak Sehat
Tualang: 188 - Tidak Sehat
Kerinci Kanan: 187 - Tidak Sehat
Lubuk Dalam: 186 - Tidak Sehat
Koto Gasib: 182 - Tidak Sehat
Sungai Mandau: 181 - Tidak Sehat
Dayun: 179 - Tidak Sehat
Pusako: 177 - Tidak Sehat
Mempura: 175 - Tidak Sehat
Sungai Apit: 173 - Tidak Sehat
Sabak Auh: 172 - Tidak Sehat
Siak: 146 - Tidak Sehat bagi kelompok sensitif
Bunga Raya: 59 - Sedang
Data tersebut memperlihatkan persoalan kualitas udara bukan hanya terkonsentrasi di satu titik.
Sebaran nilai ISPU yang tinggi terjadi di berbagai wilayah Siak, dengan Minas menjadi daerah yang mencatat angka tertinggi.
Kepala Diskominfo Kabupaten Siak, Rozi Chandra, meminta masyarakat tidak mengabaikan perubahan kualitas udara tersebut dan mempertimbangkan kondisi ISPU sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
“Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” kata Rozi dalam imbauan Diskominfo Siak, Kamis (17/9/2026).
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan. Asupan cairan perlu diperhatikan untuk membantu menjaga kondisi tubuh ketika masyarakat harus beraktivitas di tengah kualitas udara yang buruk.
“Kurangi aktivitas fisik yang berat di luar ruangan dan perbanyak minum air putih,*” demikian imbauan tersebut.
Perhatian khusus juga diminta diberikan kepada kelompok yang lebih rentan terhadap paparan pencemar udara, terutama anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang sensitif terhadap kualitas udara.
“Lindungi anak-anak, lansia, dan kelompok sensitif,” tukasnya.