SIAK – Proses seleksi Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) memasuki tahap akhir. Dua kandidat yang tersisa, yakni Robi Junipa dan Muttaqin, telah menyelesaikan tahapan wawancara bersama Bupati Siak Afni Zulkifli dan SKK Migas.
Kedua kandidat dinilai memiliki rekam jejak panjang di industri minyak dan gas (migas), serta pengalaman teknis yang kuat untuk memimpin BUMD strategis milik Kabupaten Siak tersebut.
Robi Junipa lahir di Tembilahan pada Juni 1976. Ia merupakan lulusan Sarjana Teknik Geofisika dari Institut Teknologi Bandung dan telah berkiprah di sektor migas selama sekitar 27 tahun.
Karier Robi dimulai di perusahaan energi multinasional asal Italia pada 1998 hingga 2004, sebelum melanjutkan perjalanan profesionalnya di Firefild Indonesia pada 2005–2006.
Pada 2006, Robi bergabung dengan PT Chevron Pacific Indonesia sebagai geolog dan geofisikawan. Kariernya terus berkembang di perusahaan tersebut hingga 2021.
Setelah alih kelola Blok Rokan pada 9 Agustus 2021, Robi melanjutkan karier di PT Pertamina Hulu Rokan. Saat ini, ia menjabat sebagai Pengawas Uji Sumur Produksi dan Operasi.
Robi disebut terlibat dalam optimalisasi produksi lebih dari 1.500 sumur di wilayah Minas dan Kotabatak-Petapahan.
Sementara itu, Muttaqin lahir di Dumai pada November 1979 dan merupakan lulusan Teknik Elektro Universitas Sriwijaya.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Muttaqin sempat menjadi dosen di Politeknik Bengkalis selama dua tahun sebelum berkarier di PT Inti Karya Persada Tehnik pada 2005–2006.
Kariernya di industri migas dimulai pada 2006 ketika bergabung dengan Badan Operasional Bersama (BOB) PT BSP–Pertamina Hulu hingga 2021.
Muttaqin kemudian dipercaya menjabat sebagai Direktur PT Bumi Siak Pusako Zapin, anak usaha PT BSP. Selama berkarier, ia juga aktif menjadi narasumber di berbagai forum migas.
Kedua kandidat kini tinggal menunggu hasil akhir seleksi yang telah berlangsung sejak April 2026.
Panitia seleksi, Heriyanto mengatakan pengumuman Direktur PT BSP terpilih direncanakan dilakukan setelah rapat final panitia seleksi.
“Pengumuman rencana setelah rapat dengan seluruh pansel besok. Nanti yang mengumumkan pansel dan sudah final,” kata Heriyanto.
Ia menilai seluruh kandidat yang mengikuti seleksi memiliki kompetensi dan pengalaman yang mumpuni di bidang migas, termasuk dua nama yang kini tersisa.
“Yang jelas calon terpilih nantinya sudah siap menyelesaikan tugas di BSP secara cepat. Semua memang berlatar belakang migas dan secara teknis sudah menguasai,” ujarnya.
Menurut Heriyanto, proses seleksi dilakukan secara ketat melalui tahapan uji kelayakan, kepatutan, hingga wawancara yang melibatkan lembaga dan instansi berkompeten seperti BPKP dan SKK Migas.
“Ini sudah diuji melalui lembaga-lembaga yang kredibel, ada BPKP, Migas, dan proses lain yang sangat kompeten,” katanya.