www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
3 Rekomendasi AC 1/2 PK Low Watt Terbaik untuk Ruangan Cepat Dingin dan Hemat Listrik
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Banjir Siak Ubah Rutinitas Warga, Anak-anak hingga Ibu Hamil Brtahan di Pengungsian
Rabu, 24 Desember 2025 - 09:44:11 WIB
Pengungsi akibat banjir di Riau.(ilustrasi/int)
Pengungsi akibat banjir di Riau.(ilustrasi/int)

SIAK - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Siak bukan sekadar merendam rumah, tetapi juga mengguncang rasa aman warga.

Hujan yang turun berhari-hari memaksa ratusan warga meninggalkan dapur, kamar tidur, hingga rutinitas harian demi keselamatan keluarga.

Di Kampung Muara Kelantan, Kecamatan Sungai Mandau, Suryani (34) menjadi salah satu warga yang harus mengungsi setelah air masuk hingga ke dapur rumahnya.

Sejak itu, aktivitas memasak tak lagi bisa dilakukan di rumah sendiri.

“Semenjak air masuk dapur, kompor tidak bisa dipakai. Kami memilih mengungsi demi anak-anak,” ujar Suryani.

Bersama suami dan dua anaknya, Suryani telah menjalani hari keenam di pengungsian. Aula Gedung BTTP kini dihuni 12 kepala keluarga.

Tikar digelar rapat, barang-barang disusun seadanya, dan suara anak-anak menjadi latar keseharian.

“Kalau siang masih bisa dialihkan main, tapi malam terasa berat. Anak kecil sering terbangun kalau dengar hujan,” katanya.

Meski genangan di Muara Kelantan berangsur menurun, parit dan kanal yang tersumbat membuat air belum sepenuhnya surut.

Warga masih menunggu normalisasi saluran air, sembari diliputi kekhawatiran hujan susulan.

“Saat ini belum bisa balik ke rumah. Lantai masih tergenang, mau tidak mau kami bertahan di sini dulu,” ujarnya.

Kondisi malam hari menjadi tantangan tersendiri. Tidur beralaskan tikar plastik di aula membuat istirahat tak pernah benar-benar nyenyak, terutama bagi keluarga dengan anak kecil.

“Sudah seminggu di sini. Kadang si kecil terbangun tengah malam, minta minum atau ke kamar mandi,” ungkapnya.

Pengungsi lain, Ridwan (47), buruh kebun asal Muara Kelantan, hampir setiap hari menengok rumahnya. Namun air masih menggenangi lantai.

“Harta bisa dicari lagi, yang penting kami selamat,” sebut Ridwan.

Di tengah keterbatasan, solidaritas warga justru menguat. Mereka saling berbagi makanan, menjaga anak-anak secara bergiliran, serta menemani lansia agar tidak merasa sendiri.

Hamzah, pengungsi tertua di aula tersebut, berharap pemerintah segera melakukan normalisasi kanal dan parit.

“Kami hanya berharap air tidak naik lagi,” ucapnya.

Kisah serupa terjadi di Kampung Dosan, Kecamatan Pusako. Di sepanjang Jalan Siak–Buton, tenda-tenda pengungsian BPBD telah berdiri sejak delapan hari terakhir. Dapur umum juga disiagakan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Nur, seorang ibu hamil yang mengungsi di salah satu tenda, mengaku memilih bertahan meski kondisi terbatas.

“Capek pasti, tapi di rumah air masih belum aman,” katanya.

Anak-anak pun harus menyesuaikan diri. Dika (10) dan teman-temannya mencoba bermain untuk mengusir jenuh, meski hujan kini menjadi sesuatu yang menakutkan bagi mereka.

“Hujan sekarang bukan lagi hal yang menyenangkan,” ujar salah satu warga.

Data BPBD Siak mencatat, pengungsi di Kampung Dosan terdiri dari lansia, orang dewasa, anak-anak sekolah, balita, bayi, serta satu ibu hamil.

Sebagian warga memilih bertahan di tenda karena khawatir pasang air laut memperparah genangan.

“Kami rindu rumah, tapi lebih rindu rasa aman,” kata seorang pengungsi.

Kalaksa BPBD Siak, Novendra Kasmara menyampaikan, penanganan banjir difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi serta percepatan normalisasi parit dan kanal.

“Kami terus berkoordinasi lintas pihak untuk mempercepat normalisasi saluran air, sambil memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi,” ujarnya.

Di tengah peringatan BMKG terkait potensi hujan sedang hingga lebat, kewaspadaan tetap dijaga meski air perlahan menyusut.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Polytron.3 Rekomendasi AC 1/2 PK Low Watt Terbaik untuk Ruangan Cepat Dingin dan Hemat Listrik
Korban yang terjatuh dari Jembatan Rantau Berangin, Kampar ditemukan meninggal (foto/int)Korban Jatuh di Sungai Kampar Ditemukan Sejauh 5,4 Km dari Lokasi Awal
Aliansi Mahasiswa Pemerhati Hukum Provinsi Riau (AMPHR) mendatangi Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, Rabu (15/7/2026).AMPHR Desak Kemenag Riau Evaluasi Total MAN 1 Pekanbaru, Minta Kepala Sekolah Dicopot Jika Dugaan Pungutan Terbukti
Ilustrasi Riau masih rawan Karhutla (foto/ist)Riau Terdeteksi 28 Hotspot, Bengkalis Terbanyak
Suzuki XL7.Black Sporty Jadi Senjata Baru Suzuki New XL7 Alpha Hybrid, Tampil Lebih Modern dan Elegan
  Pemprov Riau-Komnas HAM membahas sengketa lahan Rohul dan Kampar (foto/int)Pemprov Riau-Komnas HAM Fokus Penanganan Sengketa Lahan di Rohul dan Kampar
Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar (foto/int)Jadi Ketua Jaringan IMT-GT, Pemko Pekanbaru Mantapkan Langkah Jadi Green City
Ilustrasi harga emas Antam di Pekanbaru bertahan tinggi (foto/int)Cek Harga Emas Antam Hari Ini di Pekanbaru
Ilustrasi waspada hujan lebat disertai petir dan angin kencang di Riau (foto/int)Sebagian Besar Riau Berpotensi Diguyur Hujan, Ini Peringatan BMKG
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho.Penyegaran Birokrasi Dimulai, Agung Nugroho Lantik 16 Pejabat Baru di Lingkungan Pemko Pekanbaru
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved