BAGANSIAPIAPI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) memastikan proses seleksi bakal calon (bacalon) penghulu berlangsung profesional dan transparan.
Wakil Bupati Rohil, Jhoni Charles turun langsung memantau pelaksanaan tes membaca Al-Qur’an dan wawancara yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kepenghuluan (PMK) Rohil.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tahapan seleksi berjalan sesuai ketentuan. Jhoni Charles didampingi Kepala Bidang Pemerintahan Kepenghuluan PMK Rohil, Hasbullah.
Menurut Jhoni Charles, pengawasan langsung diperlukan agar panitia menjalankan tugas secara profesional sekaligus menjaga integritas seluruh proses seleksi.
“Saya datang kemari untuk memastikan semua persoalan pelaksanaan tes berjalan sesuai dengan yang diinginkan, dan memastikan panitia berjalan secara profesional,” ujarnya.
Sebanyak 166 peserta dari 53 kepenghuluan di 14 kecamatan mengikuti tahapan tes membaca Al-Qur’an dan wawancara. Para peserta dinilai mengikuti proses seleksi dengan serius.
Jhoni Charles mengatakan pemerintah daerah tidak akan mencampuri proses penilaian maupun menentukan peserta yang nantinya terpilih. Pemerintah, kata dia, hanya memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan.
Ia juga meminta peserta menjaga sportivitas selama proses pemilihan berlangsung. Persaingan antarcalon diharapkan tidak berkembang menjadi konflik, termasuk dengan penyebaran fitnah.
“Kami dari pemerintah daerah tidak melakukan intervensi apapun. Tugas kami hanya memastikan Pilpeng berjalan lancar, transparan, dan jujur,” tegasnya.
Seleksi bacalon penghulu sendiri dilakukan melalui sejumlah tahapan. Prosesnya dimulai dari pendaftaran dan verifikasi administrasi, kemudian dilanjutkan dengan ujian tertulis, tes membaca Al-Qur’an, serta wawancara.
Setelah seluruh tahapan seleksi selesai, proses akan berlanjut pada pemungutan suara hingga penetapan calon penghulu terpilih.
Pada tahap awal ini, seleksi mencakup 53 kepenghuluan. Pemerintah Kabupaten Rohil menargetkan seluruh rangkaian pemilihan dapat dikawal sampai tuntas.
Pemkab Rohil juga berkomitmen agar 159 desa/kepenghuluan di daerah tersebut memiliki penghulu definitif.
Dengan demikian, kepenghuluan yang masih dipimpin pejabat sementara diharapkan secara bertahap dapat memiliki pemimpin definitif hasil proses pemilihan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan pemerintahan di tingkat kepenghuluan berjalan efektif, sekaligus memberikan kepastian kepemimpinan bagi masyarakat.