UJUNG TANJUNG – Pembinaan di Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi tidak hanya berfokus pada masa pidana, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat.
Hal itu terlihat saat seorang warga binaan berinisial MJ resmi mengakhiri masa hukumannya pada Rabu (12/8/2026) dengan membawa bekal keterampilan membuat roti serta tabungan hasil kerja selama menjalani pembinaan.
Selama dua tahun mengikuti program pembinaan kemandirian di unit bakery, MJ aktif memproduksi berbagai olahan roti.
Atas hasil kerjanya, ia memperoleh premi yang seluruhnya disimpan dalam rekening tabungan khusus yang difasilitasi oleh Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi.
Program tersebut dirancang agar hak ekonomi warga binaan tetap terjaga secara aman dan transparan hingga mereka menyelesaikan masa pidana.
Rekening dibuat tanpa kartu ATM sehingga dana hanya dapat dicairkan saat proses pembebasan.
Buku tabungan berisi akumulasi premi itu diserahkan langsung oleh Kasubsi Kegiatan Kerja, Rocky Iswad Danamik, yang mewakili Kepala Seksi Kegiatan Kerja dalam prosesi pembebasan MJ.
"Program tabungan ini memastikan hak premi WBP tersimpan dengan baik. Setelah dua tahun aktif berproduksi di unit bakery, akumulasi tabungan ini hari ini kami serahkan sepenuhnya kepada MJ agar bisa dimanfaatkan sebagai ongkos pulang dan modal awal di masyarakat," ujar Rocky Iswad Danamik.
Menurutnya, sistem tabungan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang tidak hanya mengajarkan keterampilan kerja, tetapi juga membangun kebiasaan mengelola keuangan sebagai bekal setelah bebas.
Secara terpisah, Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, berharap kemampuan yang diperoleh selama menjalani pembinaan mampu menjadi pintu masuk bagi kehidupan yang lebih baik.
"Jadikan keterampilan pembuatan roti ini sebagai batu loncatan kehidupan yang baru bagi MJ. Buktikan kepada keluarga dan masyarakat bahwa saudara telah berubah menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan bermanfaat," kata Agus Imam Taufik.
Sementara itu, MJ mengaku bersyukur atas kesempatan yang diperolehnya selama menjalani pembinaan di dalam lapas.
Ia menilai program tersebut tidak hanya memberinya kemampuan bekerja, tetapi juga membantu mempersiapkan kehidupan setelah bebas.
"Terima kasih kepada Bapak Kalapas Agus Imam Taufik, Pak Rocky, dan seluruh jajaran Giatja. Di sini saya tidak hanya diajari bikin roti sampai mahir, tapi juga diajari menabung. Tabungan ini sangat membantu untuk ongkos saya pulang ke rumah," pungkas MJ.