BAGANSIAPIAPI - Pemkab Rohil, memperkuat upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah melalui program bedah rumah.
Sebanyak 203 unit rumah warga kurang mampu ditargetkan mendapat perbaikan sepanjang tahun anggaran 2026.
Program yang dijalankan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Rohil tersebut tidak hanya menyasar perbaikan bangunan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan layak bagi masyarakat.
Kabid Perumahan Disperkim Rohil, Kudri mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Hal itu disampaikannya seusai menghadiri peletakan batu pertama program bedah rumah di Kepenghuluan Serusa, Kecamatan Bangko, pada 20 Agustus.
Menurut Kudri, ratusan rumah tersebut akan mendapatkan dukungan pembiayaan dari sejumlah sumber anggaran.
Komposisinya terdiri dari 67 unit melalui dana aspirasi dewan, 71 unit dari anggaran Pemkab Rohil, 4 unit dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta 5 unit dari Dinas Sosial.
“Program ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat,” tuturnya.
Dari total target tersebut, pekerjaan untuk 67 unit rumah yang bersumber dari dana aspirasi dewan telah mulai dilaksanakan. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat di lingkungan setempat.
Keterlibatan warga menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan program. Selain membantu proses pembangunan, pola tersebut diharapkan membuat pengerjaan rumah lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan penerima manfaat.
Program bedah rumah di Rohil memiliki sasaran yang lebih luas dibanding sekadar memperbaiki bagian rumah yang rusak.
Hunian yang layak dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kehidupan yang lebih sehat dan nyaman bagi keluarga.
Kudri menjelaskan, peningkatan kualitas rumah diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat penerima bantuan.
“Dengan rumah yang lebih layak, warga diharapkan dapat hidup lebih sehat dan nyaman, sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga,” sebutnya.
Pemkab Rohil juga menaruh perhatian pada aspek ketepatan sasaran dalam pelaksanaan program. Pengawasan dilakukan pada setiap tahapan agar penggunaan anggaran dan proses pembangunan berjalan sesuai perencanaan.
Transparansi dan akuntabilitas menjadi bagian yang ditekankan pemerintah daerah untuk memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.
Dengan target 203 unit pada 2026, Pemkab Rohil berharap program tersebut dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat kurang mampu di berbagai kecamatan.
Kudri berharap seluruh proses pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga masyarakat penerima manfaat segera menempati rumah yang kondisinya lebih baik.
“Program ini tidak hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan sosial,” pungkasnya.