BAGANSIAPIAPI - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bangko bersama Puskesmas Bagansiapiapi terus berkomitmen memberikan pembekalan bagi calon pengantin melalui program Binwin (Bimbingan Perkawinan).
Kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap hari Rabu dengan tujuan mempersiapkan pasangan muda agar siap membangun rumah tangga yang sehat, harmonis, dan berlandaskan nilai agama.
Dalam sesi bimbingan, pihak Puskesmas menyampaikan materi penting seputar kesehatan reproduksi, siklus haid, penyakit kelamin, kebersihan diri, hingga isu stunting dan gizi buruk. Materi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran calon pengantin akan pentingnya menjaga kesehatan sejak awal membina keluarga.
Selain aspek kesehatan, KUA Bangko juga memberikan penyuluhan tentang kehidupan berumah tangga dari perspektif agama. Penyuluhan ini menekankan pentingnya membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah, sehingga calon pengantin tidak hanya siap secara fisik tetapi juga mental dan spiritual.
Kepala KUA Bangko, Zakifri SH.I, menjelaskan bahwa program bimbingan perkawinan telah lama dilaksanakan oleh KUA di seluruh wilayah Rokan Hilir. Khusus di Bangko, kegiatan ini diperkuat dengan kerjasama bersama Puskesmas agar pembekalan yang diberikan lebih komprehensif.
Zakifri menambahkan, ke depan pihaknya berencana menjalin kolaborasi dengan Polsek Bangko. Hal ini dilakukan untuk memberikan penyuluhan tambahan terkait isu sosial yang meresahkan masyarakat, seperti maraknya praktik perjudian online (judol) dan penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, keterlibatan aparat kepolisian akan semakin memperkaya materi bimbingan, sehingga calon pengantin tidak hanya memahami aspek kesehatan dan agama, tetapi juga memiliki wawasan tentang bahaya sosial yang dapat mengancam keharmonisan rumah tangga.
Dengan adanya sinergi antara KUA, Puskesmas, dan nantinya Polsek, program bimbingan perkawinan di Bangko diharapkan menjadi model pembinaan calon pengantin yang menyeluruh. Langkah ini diyakini mampu mencetak keluarga baru yang sehat, kuat, dan berdaya tahan menghadapi tantangan zaman.