PEKANBARU - Dr Achmad menanggapi hasil survei elektabilitas calon anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Riau I untuk Pemilu Legislatif 2029 yang menempatkan namanya di posisi ketiga. Anggota DPR RI dari Partai Demokrat itu mengaku berterima kasih kepada masyarakat yang masih menginginkannya sebagai wakil rakyat di Senayan.
Meski namanya masuk dalam jajaran kandidat dengan elektabilitas tertinggi berdasarkan survei Lembaga Survei Opini Rakyat (LSOR), Achmad menegaskan saat ini dirinya memilih fokus menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI.
"Terima kasih kepada masyarakat yang masih ingin menjadikan saya kembali sebagai perwakilan di Senayan. Namun, untuk saat ini saya fokus bekerja dulu, karena masih banyak tugas yang menanti di Komisi VI DPR RI. Saya juga akan terus turun ke tengah masyarakat. Nanti biar masyarakat yang menilai," ujar Achmad.
Mantan Bupati Rokan Hulu dua periode itu menilai, pekerjaan sebagai wakil rakyat masih menjadi prioritas yang harus dijalankan. Karena itu, ia memilih memusatkan perhatian pada tugas kedewanan dan menyerap aspirasi masyarakat ketimbang terlalu dini memikirkan persaingan politik menuju Pemilu 2029.
Dalam survei LSOR, Achmad memperoleh elektabilitas sebesar 9,02 persen. Angka tersebut menempatkannya di posisi ketiga, di bawah Muhammad Rahul yang meraih 14,88 persen dan Hendry Munief dengan 12,44 persen.
Ketua LSOR sekaligus dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Riau, Adlin, sebelumnya menyampaikan bahwa survei tersebut memotret tingkat keterpilihan sejumlah nama yang berpotensi bersaing di Dapil Riau I.
Setelah tiga nama teratas, Maharani menempati posisi keempat dengan elektabilitas 8,54 persen, disusul Karmila Sari sebesar 8,05 persen. Berikutnya, Iyeth Bustami memperoleh 6,59 persen dan Dewi Juliani sebesar 6,10 persen.
Adlin menilai, tingkat elektabilitas sejumlah anggota DPR RI dari Dapil Riau I masih perlu menjadi perhatian. Menurutnya, para wakil rakyat harus menjaga kepercayaan masyarakat melalui kinerja nyata dan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung.
"Sebagian elektabilitas para anggota DPR RI Dapil Riau I masih tergolong rendah. Jika tidak serius membuat kerja-kerja untuk rakyat, sangat rawan digantikan oleh kandidat pendatang baru pada Pileg 2029 nantinya," kata Adlin.
Survei tersebut juga mencatat sebanyak 28,54 persen responden menyatakan akan memilih calon lain di luar tujuh nama yang diukur. Sementara itu, 5,84 persen responden belum memberikan jawaban.
Besarnya persentase responden yang memilih calon lain menunjukkan persaingan menuju kursi DPR RI Dapil Riau I masih terbuka. Kinerja wakil rakyat, kedekatan dengan konstituen, serta strategi para kandidat dalam membangun kepercayaan publik berpotensi memengaruhi dinamika politik menjelang Pemilu 2029.
Survei LSOR dilaksanakan pada 24 September hingga 15 Oktober 2026 dengan melibatkan 410 warga Kota Pekanbaru yang telah memiliki hak pilih. Responden terdiri atas 205 laki-laki dan 205 perempuan.
Pengumpulan data dilakukan oleh 41 mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Riau dengan metode multistage random sampling di 15 kecamatan di Pekanbaru. LSOR mencantumkan sampling error dan margin of error masing-masing sebesar 5 persen.
Hasil survei ini menggambarkan preferensi responden selama periode pengumpulan data dan bukan merupakan prediksi pasti hasil Pemilu 2029.