ROHIL – Setelah sempat meninggalkan dunia politik selama hampir dua tahun, dokter muda sekaligus pengusaha asal Rokan Hilir (Rohil), Muhammad Maliki akhirnya memastikan kembali aktif di panggung politik nasional.
Kali ini, ia memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai kendaraan politiknya menjelang Pemilu 2029.
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan politik Maliki bersama Partai NasDem, tempat ia pernah menjadi kader aktif dan beberapa kali maju sebagai calon anggota DPR RI.
Maliki mengatakan, pilihannya bergabung dengan PSI bukan keputusan yang diambil secara spontan.
Ia mengaku telah melalui proses pertimbangan yang cukup panjang sejak memutuskan keluar dari NasDem pada 2024.
"Insya Allah setelah berpikir panjang selama dua tahun, saat ini saya memantapkan hati di PSI," kata Maliki, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang memperkuat keyakinannya untuk memilih PSI sebagai rumah politik baru. Salah satunya adalah bergabungnya sejumlah tokoh yang selama ini menjadi mentor politiknya.
"Tiga mentor saya di NasDem saat ini pindah ke PSI, ada Bang Rusdi Masse Mappasessu (RMS), Kak Ahmad Ali, dan Ibu Sri Sajekti Sudjunadi," ujarnya.
Selain mengikuti jejak para mentor, Maliki juga mengaku kehadiran Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan pilihan politiknya.
Ia bahkan menyebut keluarganya memiliki kedekatan emosional terhadap sosok Jokowi.
"Ayah saya fans fanatik Jokowi. Di PSI, kami merasa dihargai dan diterima dengan baik," ungkapnya.
Maliki menilai PSI saat ini mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Menurutnya, kehadiran Jokowi membawa energi baru yang diyakini mampu meningkatkan daya saing partai dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
"PSI dulu sama PSI yang ada Pak Jokowi-nya beda. Kami yakin PSI akan jadi partai empat besar di parlemen," tegasnya.
Optimisme tersebut sejalan dengan meningkatnya arus bergabungnya sejumlah tokoh politik ke PSI, termasuk di Provinsi Riau.
Sebelumnya, Ketua DPW PSI Riau, Kelmi Amri, juga diketahui bergabung ke PSI setelah mengakhiri kiprahnya di Partai Demokrat.
Bagi Maliki, bergabung dengan PSI bukan semata-mata untuk memperoleh kendaraan politik menjelang Pemilu 2029.
Ia menegaskan ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui partai yang dinilainya memberi ruang besar bagi generasi muda.
Menurutnya, PSI memiliki karakter politik yang lebih terbuka, inklusif, serta memberikan kesempatan bagi anak muda untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
"PSI adalah rumah baru bagi saya. Di sini saya ingin berjuang bersama anak-anak muda untuk membangun bangsa," katanya.
Informasi yang beredar di internal PSI Riau juga menyebutkan masih akan ada sejumlah politisi lain yang diperkirakan bergabung dalam waktu dekat. Jika terealisasi, hal tersebut dinilai dapat memperkuat posisi PSI di tingkat daerah menjelang persiapan Pemilu 2029.
Masuknya Muhammad Maliki pun menjadi sinyal bertambahnya daya tarik PSI bagi politisi muda maupun tokoh berpengalaman.
Dengan konsolidasi yang terus berjalan, partai tersebut menargetkan mampu meningkatkan kekuatan politiknya di tingkat nasional pada pemilu mendatang.