PEKANBARU - Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam Pilkada Siak yang dijadwalkan pada 22 Maret 2025 semakin menjadi perhatian publik.
Ketegangan meningkat di media sosial dengan maraknya perdebatan antarpendukung pasangan calon yang bersaing.
Situasi ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk Sekretaris Fraksi PKS di DPRD Riau, Abdullah, yang mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak terlibat dalam perang argumentasi di media sosial.
"Kami dari PKS mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri, apalagi ini masih dalam bulan puasa. Saya melihat banyak pihak yang terlibat dalam perdebatan sengit di media sosial terkait PSU ini," ujar Abdullah kepada halloriau.com, Selasa (11/3/2025).
Sebagai anggota DPRD Riau dari daerah pemilihan Siak-Pelalawan, Abdullah meyakini masyarakat sudah memiliki pilihan masing-masing dan tidak perlu lagi terlibat dalam perdebatan yang dapat memecah belah.
"Saya rasa masyarakat sudah punya pilihan dan tinggal menunggu hari pencoblosan. Jadi, tidak perlu ada perdebatan yang hanya akan memperkeruh suasana," tambahnya.
PKS, sebagai partai pengusung pasangan Alfedri-Husni Merza, saat ini lebih fokus pada persiapan teknis, termasuk menyiapkan saksi, sumber daya manusia (SDM), dan strategi penghitungan suara di lapangan.
"Kami optimis dan yakin Pak Alfedri bisa memenangkan PSU ini," tegas Abdullah.
Editor: Barkah