www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Update Cuaca Riau: BMKG Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Buruk
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Istilah Cebong dan Kampret Perlu Diakhiri untuk Kurangi Polarisasi Politik
Senin, 06 Juni 2022 - 11:57:02 WIB

JAKARTA - Berdasarkan Survei Litbang Kompas, salah satu upaya yang tergolong mudah dilakukan untuk mengurangi polarisasi atau keterbelahan politik yang terjadi sejak Pilpres 2019 adalah berhenti menggunakan istilah cebong dan kampret/kadrun.

Melansir Kompas.com, sebanyak 84,6 persen responden yang terlibat di dalam survei menyatakan hal tersebut.

Peneliti Litbang Kompas Gianie mengatakan, istilah tersebut perlu berhenti digunakan baik untuk percakapan di dunia nyata maupun di dunia maya.

"Saling percaya dan saling menghormati antarsesama akan tumbuh bila siapa pun tidak menghakimi orang lain dengan kedua label tersebut," tulis dia seperti dikutip dari Harian Kompas, Senin (6/6/2022).

Sebagai informasi, berdasarkan hasil survei yang sama terungkap, publik secara umum menilai hubungan antara dua kubu yang berseberangan politik sejak Pilpres 2019 belum membaik hingga saat ini.

Hal tersebut tergambar dari banyaknya responden yang menilai hubungan kedua kubu yang berseberangan pada pilpres yang lalu tersebut justru memburuk alih-alih kian baik.

Sebanyak 40,3 persen responden dalam jajak pendapat Kompas yang dilakukans pada akhir Mei 2022 menyebutkan hubungan antara kedua kubu semakin buruk. Meski di sisi lain, sebanyak 45 persen responden menilai hubungan antara kedua kubu sudah semakin baik.

"Secara umum, publik menilai saat ini hubungan antara dua kubu yang berseberangan politik sejak Pilpres 2019 belum membaik," tulis Gianie.

Sebagian besar responden menilai hal utama yang membuat polarisasi atau keterbelahan antar kubu yang berbeda pilihan politik sejak Pilpres 2019 kian meruncing adalah orang-orang yang secara sadar memperkeruh situasi.

Hal tersebut disampaikan oleh 36,3 persen responden.

Pada hasil survei Litbang Kompas tersebut ditunjukkan, orang-orang yang memperkeruh situasi secara sadar termasuk di dalamnya influencer, buzzer, atau provokator.

"Mereka ada di kedua kubu yang aktif memproduksi konten-konten di media sosial yang memancing respons negatif. Saling klaim prestasi tokoh yang mereka bela sama mudahnya dengan menafikan atau tidak menghargai kerja tokoh dari kubu lawan," jelas Gianie.

Adapun pengumpulan pendapat oleh Litbang Kompas dilakukan melalui telepon pada 24-29 Mei 2022. Sebanyak 1.004 responden berusia minimal 17 tahun dari 34 provinsi diwawancarai.

Sampel ditentukan secara acak dari responden panel Litbang Kompas sesuai proporsi jumlah penduduk di tiap provinsi.

Adapun dengan metode ini, tingkat kepercayaan sebesar 95 persen, nirpencuplikan penelitian ± 3,09 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.

Meskipun demikian, kesalahan di luar pencuplikan sampel dimungkinkan terjadi. (*)

   


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi hujan. (Foto: Int)Update Cuaca Riau: BMKG Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Buruk
Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby melakukan mutasi pejabat eselon III dan IV dilingkup Pemkab Kuansing. (Foto: Ultra Sandi)Bupati Suhardiman Amby Rombak Jajaran Pejabat Eselon III dan IV, Berikut ini Namanya
ilustrasi banjir.Banjir Rendam Tiga SMA di Pelalawan, Pembelajaran Dialihkan ke Daring
PUPR Riau.Corruption Eradication Commission Names 5 Suspects in Alleged SKA Pekanbaru Flyover Corruption, Here's Their Role
Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal saat penanaman jagung di Kampar.Kapolda Riau Dukung Program Ketahanan Pangan dengan Penanaman Jagung di Kampar
  Polres Pelalawan menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka penanganan banjir di wilayah Kabupaten PelalawanBanjir di Pelalawan, Polres dan Pemkab Tingkatkan Kesiapsiagaan
Corruption Eradication Committee (KPK) takes suitcase after searching PUPR Riau for alleged corruption in the Simpang SKA Flyover project.Corruption Eradication Commission Searches PUPR Riau Offices Related to The Pekanbaru SKA Intersection Flyover Issue
ilustrasi: kendaraan listrik (EV) BYD.BYD Kuasai Pasar Kendaraan Listrik Indonesia dengan Pangsa 36% pada 2024
Honda BR-V N7X Edition dengan Layar 9 Inci.Honda Perbarui Honda BR-V N7X Edition dengan Layar 9 Inci
KPK geledah Kantor PUPR Riau usut dugaan korupsi proyek Flyover Simpang SKA Pekanbaru (foto/ist)2 Tahun Lalu, Tim KPK Pernah Bor Flyover Simpang SKA di Pekanbaru
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
DPMPTSP Riau-PT BSP Permudah Perizinan Pelaku Usaha UMKM
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2025 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved