PEKANBARU – Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Riau terus mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam kegiatan Studium Generale Asia Small Business Federation (ASBF) Indonesia bersama ASBF Riau di Pekanbaru.
Kegiatan yang berlangsung di BRK Syariah Pekanbaru, Jumat (6/11/2026), tersebut mengangkat tema "Mastering the Business Game: Born – Scale – Win".
Dalam kegiatan itu, PWA Riau hadir sebagai undangan khusus bersama sejumlah peserta dari kalangan pelaku usaha dan pemangku kepentingan. Studium Generale menghadirkan Founder ASBF, Hermawan Kertajaya, sebagai narasumber.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperluas wawasan dan jejaring bisnis, khususnya dalam membangun usaha, meningkatkan skala bisnis, hingga menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Selain strategi pengembangan usaha, pembahasan juga menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai pemasaran yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan bisnis.
Prinsip kejujuran, amanah, integritas, dan kepercayaan dinilai menjadi fondasi penting untuk membangun usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berkelanjutan.
Kehadiran Aisyiyah Riau dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan. Melalui penambahan wawasan dan perluasan jejaring, Aisyiyah berharap kapasitas UMKM binaan semakin meningkat dan mampu berkembang di tengah dinamika dunia usaha.
Partisipasi ini juga membuka peluang kolaborasi antara Aisyiyah dengan berbagai pihak, termasuk komunitas bisnis dan lembaga yang memiliki perhatian terhadap pengembangan UMKM.
Penguatan ekonomi perempuan dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong kemandirian keluarga sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Aisyiyah Riau berharap semakin banyak perempuan yang mampu mengembangkan potensi kewirausahaan, membangun usaha yang berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah. (rls)