PEKANBARU - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan positif di luar akademik, termasuk olahraga. Selain menjadi wadah menyalurkan bakat dan minat, aktivitas olahraga dinilai berperan penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta mental kompetitif generasi muda.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Yayasan Pendidikan Olahraga Karate (YPOK) Kota Pekanbaru dengan jajaran pimpinan dan staf UMRI. Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi dalam pembinaan generasi muda, khususnya menjelang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) YPOK 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 14–15 November mendatang.
Wakil Rektor III UMRI, Wahyi Busyro, M.E., Ph.D., menyampaikan bahwa pengembangan mahasiswa tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu didukung melalui kegiatan nonakademik yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dan karakter.
Menurutnya, olahraga memiliki nilai lebih dari sekadar aktivitas fisik. Melalui olahraga, generasi muda dapat belajar mengenai kedisiplinan, sportivitas, tanggung jawab, kerja keras, serta semangat untuk meraih prestasi.
“Kegiatan positif di luar akademik merupakan bagian penting dari proses pengembangan diri mahasiswa. Olahraga, misalnya, tidak hanya melatih kemampuan fisik, tetapi juga membentuk kedisiplinan, sportivitas, tanggung jawab, dan mental berprestasi,” ujarnya.
Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi UMRI dan YPOK Kota Pekanbaru untuk membangun komunikasi serta menjajaki peluang kerja sama dalam mendukung kegiatan kepemudaan dan olahraga. Sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi olahraga diharapkan dapat memperluas kesempatan generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus meningkatkan prestasi.
Audiensi tersebut dihadiri Kepala Kantor Humas, Keprotokolan dan Hukum UMRI, M. Anwar Siregar, S.H.; Kepala Biro Kemahasiswaan Umri, Reki Hervandi, S.Sos.; serta Erik, A.Md., S.I.Kom., dari Biro Kemahasiswaan Umri.
Sementara itu, dari YPOK Kota Pekanbaru hadir Ketua Dede Firmansyah, Sekretaris Agung Pramuryantyo, pelatih Muhammad Deva, serta atlet Varel Arga Agustian dan M. Afwan Aidi.
Di sisi lain, YPOK Kota Pekanbaru tengah mempersiapkan atlet-atlet binaannya untuk menghadapi Kejurnas YPOK 2026 di Jakarta. Kejuaraan tersebut menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus bersaing dengan peserta dari berbagai daerah.
Pelatih YPOK Kota Pekanbaru, Muhammad Deva, menyatakan optimistis atlet yang dibinanya mampu memberikan penampilan terbaik dan berpeluang meraih medali dalam kejuaraan tersebut.
“Insyaallah, kami optimistis atlet-atlet binaan YPOK Kota Pekanbaru bisa meraih medali pada Kejurnas mendatang. Kami berharap mereka dapat memberikan penampilan terbaik, menambah pengalaman bertanding, dan membawa nama baik Kota Pekanbaru,” ujar Deva.
Ia berharap keikutsertaan dalam kejuaraan tingkat nasional tersebut dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, serta menjaga semangat dan kedisiplinan dalam mencapai prestasi.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang mendorong generasi muda agar aktif mengembangkan kemampuan di berbagai bidang.
Melalui dukungan terhadap kegiatan nonakademik dan penguatan sinergi dengan organisasi olahraga, Umri diharapkan dapat turut membuka ruang bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang unggul secara akademik, berkarakter kuat, serta mampu mengukir prestasi di tingkat regional maupun nasional. (rls)