PEKANBARU – Proses Pemilihan Rektor Universitas Riau (Unri) periode 2026–2030 memasuki babak penting. Delapan nama dipastikan lolos seleksi administrasi dan berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya dalam kontestasi pemilihan orang nomor satu di Universitas Riau tersebut.
Ketua Senat Universitas Riau, Prof Dr Zulkarnaini MSi, mengatakan bahwa tahapan penjaringan bakal calon rektor merupakan bagian penting dalam rangkaian pemilihan yang telah berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.
“Tahapan ini merupakan bagian dari tahapan Pemilihan Rektor Universitas Riau yang telah berjalan sejak proses sosialisasi, pendaftaran, hingga seleksi administrasi bakal calon rektor,” ucapnya.
Menurutnya, tahap penjaringan yang baru diumumkan tersebut merupakan tahap keempat dari total delapan tahapan yang akan dilalui dalam proses Pemilihan Rektor Universitas Riau periode 2026–2030.
Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Rektor Universitas Riau, Dr M Rasuli SE MSi Ak CA ACPA, menegaskan bahwa seluruh proses yang telah berlangsung hingga saat ini dilaksanakan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
“Proses Pemilihan Rektor Universitas Riau sampai dengan tahapan ini telah dilaksanakan secara tertib, transparan, objektif, akuntabel, profesional, dan bermartabat,” ujar Rasuli.
Ia menjelaskan, terdapat delapan orang yang mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Rektor Universitas Riau periode 2026–2030. Setelah melalui proses verifikasi dan seleksi administrasi, seluruh pendaftar dinyatakan memenuhi persyaratan.
“Dari 8 orang pendaftar, semuanya dinyatakan lulus seleksi administrasi sebagai Bakal Calon Rektor Unri. Tahapan berikutnya adalah Penyaringan dan Pemilihan melalui penyampaian visi, misi, dan program kerja para calon rektor, pemungutan suara sesuai mekanisme berlaku, serta proses lanjutan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” paparnya.
Adapun tujuh bakal calon berasal dari internal Universitas Riau, yakni Prof Ahmad Fadli ST MT PhD dari Fakultas Teknik, Prof Dr Elfizar SSi MKom dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Prof Dr Firdaus SH MH dari Fakultas Hukum, Prof Dr Iwantono MPhil dari FMIPA, Prof Dr Jimmi Copriady MSi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dr Mexsasai Indra SH MH dari Fakultas Hukum, serta Prof Dr Nofrizal SPi MSi dari Fakultas Perikanan dan Kelautan.
Sementara satu bakal calon lainnya berasal dari luar Universitas Riau, yakni Aldrin Herwany SE MM PhD yang saat ini berkiprah di LLDikti Wilayah III dan Perbanas Institute.
Dengan diumumkannya hasil penjaringan tersebut, proses pemilihan kini akan memasuki tahapan penyaringan yang menjadi momentum bagi para bakal calon untuk memaparkan visi, misi, serta program kerja guna meyakinkan pemilih.
Pada kesempatan yang sama, Dr Rasuli mengajak seluruh sivitas akademika Universitas Riau untuk menjaga suasana kampus tetap kondusif selama proses pemilihan berlangsung.
“Kami mengajak seluruh sivitas akademika Universitas Riau untuk bersama-sama menjaga suasana akademik yang kondusif, menghormati seluruh tahapan yang telah ditetapkan, serta mendukung proses Pemilihan Rektor yang demokratis, kredibel, dan berintegritas,” tutupnya dikutip dari unri.ac.id.
Pemilihan Rektor Unri periode 2026–2030 menjadi perhatian sivitas akademika karena akan menentukan arah kepemimpinan dan pengembangan kampus dalam lima tahun mendatang. Tahapan berikutnya diperkirakan akan berlangsung semakin dinamis seiring penyampaian gagasan dan program strategis dari masing-masing bakal calon.