PEKANBARU - Di tengah gempuran tren interaksi digital yang makin individualistis, Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HimAgrotek) justru memilih kembali ke alam untuk memperkuat akar persaudaraan.
Sebanyak 125 mahasiswa dan pengurus HimAgrotek memadati kawasan hijau Alam Mayang, Pekanbaru, dalam agenda Family Gathering yang dikemas berbeda dari biasanya.
Bukan sekadar rekreasi melepas penat perkuliahan, momentum ini dijadikan sebagai langkah strategis meruntuhkan dinding pembatas antar-angkatan.
Kehadiran jajaran dosen dan Ketua Program Studi (Kaprodi) Agroteknologi di tengah-tengah mahasiswa pun semakin mencairkan suasana formal akademik menjadi ruang diskusi yang hangat.
Sudut pandang menarik muncul dari esensi pelaksanaan kegiatan ini. Ketika banyak organisasi mahasiswa terjebak dalam rutinitas program kerja yang kaku, HimAgrotek mencoba mengembalikan fungsi himpunan sebagai ruang aman dan nyaman bagi anggotanya.
Bupati HimAgrotek, Erlangga, menegaskan bahwa kekuatan utama sebuah organisasi tidak diukur dari seberapa megah acara yang dibuat, melainkan seberapa kuat rasa kepemilikan setiap anggota di dalamnya.
"Persaudaraan dan kekompakan adalah pondasi utama dalam membangun organisasi yang kuat. HimAgrotek harus menjadi tempat yang mampu menyatukan seluruh mahasiswa Agroteknologi tanpa membedakan angkatan maupun latar belakang," ujar Erlangga.
"Dengan kebersamaan, kita dapat membawa HimAgrotek menjadi organisasi yang lebih maju dan semakin dihormati," sambungnya.
Erlangga juga mengingatkan, reputasi program studi di mata publik sangat bergantung pada perilaku kolektif mahasiswanya.
Nilai-nilai soliditas yang dipupuk di alam terbuka ini diharapkan mampu diimplementasikan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Salah satu poin krusial dalam family gathering ini adalah hilangnya sekat formalitas antara pendidik dan mahasiswa.
Duduk bersama beralaskan rumput, para dosen memberikan dukungan moral langsung terhadap dinamika perkembangan organisasi.
Apresiasi tinggi datang dari Kaprodi Agroteknologi yang hadir langsung di lokasi.
Pihak program studi menilai, kegiatan luar ruangan seperti ini merupakan inkubator efektif untuk membentuk karakter kepemimpinan, kreativitas, dan ketahanan mental mahasiswa yang tidak didapatkan di dalam ruang kelas.
Melalui agenda interaktif yang komunikatif, HimAgrotek sukses membuktikan bahwa membangun organisasi yang berdaya saing global harus dimulai dari fondasi paling dasar, hubungan emosional yang harmonis antar-manusia di dalamnya.
Semangat dari Alam Mayang ini diharapkan terus mengalir, membawa HimAgrotek menjadi role model organisasi mahasiswa yang aktif dan solid di Pekanbaru.