www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kenaikan Gaji Guru Rp2 Juta Harus Merata, Ekowi: Jangan Ada Diskriminasi Sertifikasi dan Non-Serdik
Selasa, 05 November 2024 - 20:38:41 WIB
Ketua ASN PPPK 2022 Riau, Ekowi (dua kanan) minta kebijakan kenaikan gaji guru tanpa diskriminasi (foto/int)
Ketua ASN PPPK 2022 Riau, Ekowi (dua kanan) minta kebijakan kenaikan gaji guru tanpa diskriminasi (foto/int)

PEKANBARU - Rencana pemerintah menaikkan gaji guru Rp2 juta pada tahun 2025 disambut baik banyak kalangan. Hanya saja usulan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti itu, agar dikaji ulang terkait prioritas bagi guru ASN dan honorer bersertifikasi.

Usulan ini, yang merupakan janji kampanye pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024, harusnya tanpa diskriminasi. Sebab akan memicu kontroversi kenaikan gaji hanya bagi guru yang telah sertifikasi.

Itu disampaikan Ketua ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2022 Provinsi Riau, Eko Wibowo. Guru yang akrab disaa Ekowi itu menilai kebijakan tersebut tidak adil bagi guru yang belum bersertifikasi.

Ekowi menekankan bahwa pembagian kenaikan gaji berdasarkan sertifikasi justru memperdalam kesenjangan di antara para pendidik.

“Tambahan gaji guru Rp2 juta rupiah berbasis sertifikasi itu bentuk ketidakadilan. Harusnya kebijakan tersebut berlaku adil, tanpa diskriminasi. Guru yang non-serdik agar diberikan juga," kata Ekowi ke halloriau.com, Selasa (5/11/2024).

Ekowi mengatakan, para guru yang sudah bersertifikasi umumnya memiliki pendapatan yang lebih besar. Maka itu, ia mengimbau pemerintah lebih memperhatikan nasib guru yang belum bersertifikasi dan memberikan kenaikan gaji yang merata.

"Masih banyak guru ASN PPPK dan honorer yang belum memiliki sertifikasi. Kenaikan gaji sebaiknya diberlakukan secara merata, tanpa diskriminasi. Sebagai antisipasi dan menghindari ketidakpuasan di antara guru yang belum bersertifikasi," sebut Tokoh Muda Pendidikan Riau itu.

Ekowi juga berharap agar Menteri Abdul Mu'ti mempertimbangkan untuk menyasar kebijakan kenaikan gaji ini bagi semua guru, tanpa terkecuali. Menimbang kontribusi mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa. Kenaikan gaji Rp 2 juta diharapkan tidak hanya berlaku bagi sebagian kalangan, melainkan untuk seluruh guru yang telah lama mengabdi.

Ekowi optimis Presiden RI, Prabowo Subianto bisa memberikan solusi yang adil dan merata bagi seluruh tenaga pendidik di Indonesia. Ia juga menyerukan pemerintah agar mengkaji ulang regulasi Undang-Undang ASN, khususnya dalam hal klasifikasi antara ASN PNS dan PPPK serta honorer.

Baginya, status ASN PPPK dan honorer sebaiknya dapat diangkat menjadi PNS, untuk menghindari ketimpangan hak yang sering kali dirasakan oleh tenaga pendidik non-PNS.

"Regulasi terkait UU ASN perlu dikaji ulang agar tidak ada perbedaan status. ASN seharusnya cukup ASN PNS saja, dan ASN PPPK serta honorer layak diangkat menjadi PNS,” pungkas Ekowi. Termasuk dengan mempertimbangkan guru PPPK juga bisa mendapat jabatan strategis, seperti berkarir menjadi kepala sekolah.

Sehingga bisa terwujud rasa keadilan dan kebersamaan di kalangan guru, yang selama ini telah berperan besar dalam mendidik generasi penerus bangsa tanpa memandang status dan sertifikasi.

Editor: Riki



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin meninjau kesiapan personel Satlantas Polres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Bukan Sekadar Tilang, Ini Fokus Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 di Pelalawan
Tim FP GCN RPP melakukan pelatihan cara penggunaan dan jenis-jenis APAR serta pembuatan jalur evakuasi darurat kepada Tenaga Pengajar dan Peserta Didik SDN 02 Desa Kudap.GCN Latih Guru SDN 02 Kudap Gunakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran
  Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(foto: infografis/halloriau.com)Hujan Seharian, Riau Nihil Hotspot! BMKG Catat 108 Titik Panas di Sumatera Sore Ini
Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa diikuti 32.214 bikers dari seluruh Indonesia. 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan dalam Honda Bikers Day 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved