www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
PT RAPP Luncurkan Inovasi Holistik Program Desa Bebas Api di Siak
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Peran Mahasiswa dalam Strategi Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah
Jumat, 14 Juni 2019 - 14:32:19 WIB
 Mahasiswa IAIN Padangsidimpuan.
Mahasiswa IAIN Padangsidimpuan.

Oleh: Ahmad Afandi *

Krisis yang terus melanda Indonesia sejak 1996 membuat rakyat mengeluh terhadap jenjang ekonomi yang semakin turun, tingkat lapangan kerja yang semakin sempit serta pengangguran meningkat.

Senyatanya krisis tersebut membuat 100 juta orang lebih jatuh ke jurang kemiskinan, pengangguran dimana-mana. Untuk itu pemerintah membuat kebijakan dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Kebijakan-kebijakan yang dilakukan tidak ada pengaruh sama sekali terhadap pengatasan krisis ekonomi rakyat. Akan tetapi, menambah beban demi beban ditanggung rakyat Indonesia.

Dalam hal tersebut mahasiswa selaku sebagai agen perubahan (agen of change) memantau keterpurukan rakyat Indonesia  tersebut. Mahasiswa juga merasakan hal yang sama oleh rakyat Indonesia, jika keadaan terus-menerus tidak terselesaikan maka kehancuran akan menemani badan Indonesia.

Berdasarkan kejadian tersebut membuat mahasiswa bangkit dalam mengatasi persoalan ekonomi. Ekonomi awalnya dikenalkan konvesional, yang mana bunga dapat dijadikan sebagai keuntungan. Selama berlangsungnya ekonomi konvesional kenyataannya rakyat Indonesia  merasa masih ada kekurangan serta kelemahan dalam menjalankan ekonomi tersebut. Kemudian muncul ekonomi yang berbasis Islam. Ekonomi itu disebut ekonomi syariah.

Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia  merupakan cerminan dari semakin meningkatnya kesadaran umat Islam dalam menjalankan ekonomi Islam. Dalam ekonomi Islam atau ekonomi syariah adalah sebuah sistem ekonomi yang berlandaskan pada ajaran Islam dimana sistem ekonomi ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan dunia akan tetapi berorientasi pada keselamatan dunia dan akhirat bagi penggunaannya.

Hal ini konsekuensi dari pemahaman bahwa ekonomi Islam bukan hanya sekedar konsepsi. Ekonomi Islam merupakan hasil suatu proses transformasi nilai-nilai Islam yang membentuk kerangka atau perangkat, kelembagaan dan pranata ekonomi yang hidup dan berproses dalam kehidupan masyarakat. Ekonomi Islam diyakini dapat memberikan efek yang positif dan sangat baik terhadap kesejahteraan umat. Dengan pengelolaan ZIFWAF (zakat, infaq, wakaf, dan sedekah) yang baik, insya Allah kesejahteraan umat dapat ditingkatkan sekaligus mengurangi angka kemiskinan.

Dalam perekonomian Islam atau ekonomi syariah masih tidak dipandang sebagian rakyat Indonesia, tidak hanya umat non-muslim bahkan ada yang muslim yang tak mau menjalankan ekonomi Islam tersebut. Hal ini di karenakan bahwa kurangnya sosialisasi dalam pengembangan ekonomi Islam itu. Dalam hal ini mahasiswa sebagai agen of change berperan untuk meningkatkan ekonomi Islam tersebut agar rakyat Indonesia  baik muslim ataupun non-muslim mengenali tujuan serta manfaat menggunakan ekononomi Islam atau ekonomi syariah. Peran mahasiswa dalam pengembangan ekonomi Islam adalah dengan melakukan seminar-seminar tentang ekonomi Islam.

Di samping itu, melakukan penelitian di lembaga-lembaga perbankan meskipun secara independen dan membentuk suatu organisasi yang mengarah kepada ekonomi Islam itu sendiri. 

Dilihat dari kepenggunaan ekonomi di kota Padangsidimpuan justru cendrung kepada ekonomi konvensional, hanya sebagian kecil yang menggunakan ekonomi syariah itu sendiri. Bahkan bank syariah di kota ini sedikit. Tidak hanya itu dalam kampus IAIN Padangsidimpuan yang berbasis Islam sebagian besar juga mahasiswanya menggunakan Bank Rakyat Indonesia (BRI), padahal dalam kampus tersebut mempelajari ekonomi syariah. Mengapa demikian?. Dalam pemikiran mahasiswa jika dalam menggunakan ekonomi syariah terlalu rumit, bahkan keuntungan hanya bagi hasil saja. Tentu hal ini yang harus di hilangkan dalam pemikiran mahasiswa apalagi sudah mempelajari apa sebenarnya hakikat menggunakan ekonomi syariah itu.

Dalam menjalankan perekonomian yang berbasis syariah tentu dapat menunjang perekonomian di Indonesia  semakin jaya, karena dalam penggunaan sistem syariah itu tidak mengenal bunga tapi bagi hasil. Untuk itu, dalam peningkatan ekonomi syariah itu tentu membuat daya saing  terhadap ekonomi non-syariah. Lihat segi perekonomian di Indonesia  sebagian besar menggunakan perekonomian non-syariah. Dalam hal tersebut tugas yang mesti dilakukan dalam peningkatan ekonomi tidak hanya pihak yang berkewajiban melainkan mahasiswa juga ikut berperan dalam pengembangan ekonomi syariah. Diantaranya peran mahasiswa tersebut adalah:

a. Sebagai Aktor

Dalam peran ini mahasiswa ikut mengembangkan ekonomi syariah dengan menjadikan pionir-pionir dalam peraktik ekonomi Islam. Mahasiswa membantu setiap kegiatan jurusan dalam mengembangkan jurusan ekonomi Islam, memberikan ide-ide yang bisa dilakukan fakultas maupun organisasi dalam pengembangan kinerja dalam meningkatkan kejayaan atau kelanjaran dalam ekonomi Islam itu sendiri. Misalnya dalam dunia kampus mahasiswa menjual produk yang berbasis halal serta mengelolanya tanpa riba yang setinggi-tingginya. Kemudian dalam ruang lingkup yang sempit (kampus) setelah tersebar bisnis tersebut kemudian mencoba mempromosikannya ke area yang luas lagi (masyarkat).

b. Sebagai Edukator

Mahasiswa dalam memainkan peran ini memiliki tehnik yang begitu rumit karna bermain dalam dua kelompok. Pertama, Pihak terhadap masyarakat yang berpendidikan.  Mahasiswa  relatif lebih cepat mengedukasikan ekonomi syariah dalam konteks pemahaman. Artinya jika mahasiswa memberikan gambaran pemahaman ekonomi syariah itu terhadap masyarakat terdidik maka lebih cepat mengenal atau mencerna dalam dunia ekonomi tersebut. Bagaimana jika masyarakat yang kurang pendidikan?

Kedua, berbicara masyarakat yang awan dengan pendidikan tentu lebih lambat berkomunikasi mengenali literasi dunia ekonomi. Tidak hanya hal ekonomi saja, diberikan sedikit ilmu terkadang masyarakat tidak memperdulikannya. Tentu tugas sebagai mahasiswa terlalu rumit untuk mengatasi hal tersebut apalagi memperkenalkan ekonomi yang berbasis syariah, karna yang tahu masyarakat hanyalah ekonomi yang kovensional. Untuk itu sebagai mahasiswa hendak memberikan pengenalan yang lebih dalam lagi untuk mengubah rakyat dalam perekonomian yang berciri khas Islam.

c. Sebagai Motivator

Pembicaraan dan praktek ekonomi Islam di tengah sistem kapasitas bukanlah tindakan yang populer, terasa asing dan mudah menimbulkan rasa putus asa mengingat nature dari masyarakat memang tidaklah kompatibel dengan ekonomi Islam. Disinilah diperlukan motivasi terus menerus, terutama dari para mahasiswa untuk tidak mudah putus asa dalam mengkaji dan mengimplementasikan ekonomi Islam. Bila mana mahasiswa yang cendrung idealistik saja dalam berekonomi Islam, apalagi masyarakat yang cendrung lebih pragmatis. Untuk itu mahasiswa mesti lebih kuat mengarahkan serta mampu menggambarkan bagaimana kinerja ekonomi itu. Jika memang mahasiswa gagal dalam memberikan informasi ataupun memotivasi baik mahasiswa lain ataupun masyarakat, maka ekonomi syariah itu tidak di jalankan lagi.

d. Sebagai Akselator

Mahasiswa harus menyadari bahwa sebesar apapun praktek dari setinggi apapun kesadaran masyarakat tentang ekonomi Islam di tengah sistem sekuler tetaplah belum merupakan wajah sesungguhnya dari keadaan yang sebenarnya bila ekonomi Islam di terapkan secara keseluruhan. Oleh karena itu, mahasiswa tidak boleh puas sekedar melihat sebagian wajah ekonomi Islam. Harus ada upaya terus-menerus dengan mendorong percepatan (akselerasi) penerapan dan kesadaran ekonomi Islam hingga betul-betul terwujud di tengah masyarakat melalui tengaknya sistem kehidupan Islam. Saat itulah kita akan melihat wajah ekonomi Islam secara relatif lebih utuh, serta turut merasakan kerahmatan yang dijanjikan. (*)

*) Mahasiswa IAIN Padangsidimpuan, Juruan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.





Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA LAINNYA    
Program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program (FFVP) tahun 2021.PT RAPP Luncurkan Inovasi Holistik Program Desa Bebas Api di Siak
IlustrasiTerus Naik, Harga TBS Sawit Riau Tembus Rp2.643/Kg
Rapat Paripurna DPRD Inhu.Rapat Paripurna DPRD Inhu, Bupati Sampaikan Pidato Pertamanya
Telkomsel dan Gojek kembali melanjutkan kolaborasi dengan menghadirkan Paket Data Telkomsel khusus bagi mitra UMKM GoFood.Sinergi Telkomsel dan Gojek Terus Perkuat Produktivitas Mitra UMKM Hadapi Pandemi
Walikota Dumai H Paisal membagikan masker kepada PKL di Jalan Sukajadi Dumai baru-baru ini.
Walikota Dumai Keluarkan Surat Edaran PPKM Level 3, Mulai Berlaku Hari Ini
  Kepala Balai PPW Riau, Ichwanul Ihsan foto bersama disela vaksinasi yang digelar Selasa (27/7/2021).Pegawai PUPR dan Masyarakat Antusias Vaksinasi di Balai PPW Riau
Gubernur Riau H Syamsuar (tengah) ketika melakukan peninjaun jalan yang rusak di sejumlah daerah di Riau.Gubri Peringatkan Truk Over Kapasitas Tak Lintasi Jalan Provinsi
Foto: DetikTimnas Jerman Tolak Pakai Seragam Mini, Lawan Seksualisasi Olahraga Senam
IlustrasiSaat Terpapar Covid-19 di Hari Keberapa Hilang Penciuman? Berapa Lama Terjadinya?
IlustrasiButuh Booster, Antibodi Sinovac Memudar 6 Bulan
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Peserta Antusias Vaksinasi di Balai PPW Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved