PEKANBARU – Perekonomian Provinsi Riau menunjukkan tren positif pada triwulan III-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau secara year-on-year (y-on-y).
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp351,08 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp159,88 triliun.
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, Jumat (6/11/2026), mengatakan capaian tersebut menunjukkan aktivitas perekonomian Riau masih bergerak positif sepanjang triwulan ketiga tahun ini.
"Ekonomi Riau triwulan III-2026 terhadap triwulan III-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 4,65 persen (y-on-y)," kata Asep.
Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi Riau pada triwulan III-2026 paling tinggi terjadi pada lapangan usaha jasa perusahaan yang tumbuh sebesar 14,60 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, komponen impor luar negeri mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 20,45 persen.
Tak hanya secara tahunan, perekonomian Riau juga mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
Pada triwulan III-2026, ekonomi Riau tumbuh sebesar 3,45 persen secara quarter-to-quarter (q-to-q).
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh sektor pengadaan listrik dan gas yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 17,43 persen dari sisi produksi.
Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen ekspor luar negeri menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan capaian 19,98 persen.
Meski secara keseluruhan tumbuh positif, kinerja ekonomi Riau tanpa memperhitungkan sektor minyak dan gas bumi (migas) mengalami perlambatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Asep menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Riau tanpa migas pada triwulan III-2026 mencapai 5,22 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan III-2025 yang tumbuh sebesar 5,54 persen.
"Ekonomi Riau triwulan III-2026 jika dihitung tanpa migas tumbuh 5,22 persen (y-on-y), lebih lambat dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh 5,54 persen," jelasnya.
Dari sisi kontribusi terhadap perekonomian nasional, Riau masih menunjukkan posisi strategis. Pada triwulan III-2026, kontribusi ekonomi Riau terhadap nasional tercatat sebesar 5,28 persen.
Capaian tersebut menempatkan Riau sebagai provinsi dengan PDRB terbesar keenam di Indonesia. Bahkan, di luar Pulau Jawa, Riau berada di posisi kedua sebagai provinsi dengan perekonomian terbesar.
"Besarnya kontribusi tersebut memperlihatkan posisi Riau sebagai salah satu daerah dengan peran penting dalam struktur perekonomian nasional, terutama melalui aktivitas berbagai sektor produksi dan perdagangan," tandasnya dikutip dari MCRiau.