PEKANBARU — Kualitas udara di sejumlah wilayah Riau terus memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini membuat sejumlah sekolah tingkat SD hingga SMP di Pekanbaru dan sekitarnya menghentikan sementara pembelajaran tatap muka.
Berbeda dengan SD dan SMP, sekolah tingkat SMA sederajat di Riau belum diliburkan. Dinas Pendidikan Provinsi Riau masih memantau perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara, sembari mengimbau para siswa menggunakan masker.
"Sementara sembari kita melihat kondisi cuaca, kita belum sampai meliburkan anak didik kita (SMA/SMK), kita himbau mereka menggunakan masker," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman, Senin (24/8/2026).
Selain penggunaan masker, siswa juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Erisman mengingatkan agar anak-anak memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kondisi tubuh di tengah paparan asap.
"Minimalisir kegiatan di luar ruangan dan banyak minum air putih. Mudah-mudahan cuaca semakin membaik," katanya.
Erisman mengatakan keputusan untuk meliburkan pembelajaran tatap muka bagi siswa SMA sederajat belum diambil. Pihaknya masih melihat perkembangan kondisi asap, meskipun kualitas udara dalam beberapa hari terakhir menunjukkan kecenderungan semakin buruk.
Sementara itu, sejumlah sekolah SD dan SMP di Pelalawan serta Pekanbaru telah meliburkan kegiatan belajar tatap muka. Para siswa terdampak sementara mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah sebagai langkah pencegahan terhadap risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Karhutla sendiri telah terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Riau dalam beberapa bulan terakhir. Belakangan, kebakaran lahan kembali terjadi di Pelalawan dan Kampar, dua wilayah yang berada di sekitar perbatasan dengan Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau.
Kondisi tersebut membuat kabut asap kembali menjadi perhatian, terutama karena dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas pendidikan.