PEKANBARU - Pemprov Riau memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, dengan mengerahkan 92 personel tambahan, Senin (24/8/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto melepas langsung tim gabungan tambahan tersebut dari Pekanbaru. Tambahan pasukan ini dikerahkan untuk memperkuat sekitar 300 personel yang sebelumnya telah berjibaku melakukan pemadaman di lokasi kebakaran.
"Hari ini kita lepas 92 personel tambahan untuk perbantuan penanganan karhutla di Kerumutan. Di antaranya 50 dari Satpol PP, 15 BPBD Damkar, masing-masing 10 dari Basarnas dan Dinas Kesehatan, 5 personel Biro Umum, serta 2 dari PUPR PKPP untuk operator alat berat," kata Plt Gubernur Riau SF Hariyanto di Pekanbaru, Senin (24/8/2026).
SF Hariyanto mengatakan penambahan personel diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman sekaligus mengantisipasi meluasnya titik api. Tim tambahan tersebut akan bergabung dengan unsur TNI, Polri, dan Manggala Agni yang telah lebih dulu berada di lapangan.
"Memang sudah ada 300 personel untuk pemadaman karhutla di Kerumutan. Dan ini kita tambah, agar makin optimal," ujar SF Hariyanto.
Namun, upaya pemadaman masih menghadapi kendala serius, terutama keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Kondisi tersebut membuat tim satgas harus mencari cara untuk memastikan pasokan air tetap tersedia selama proses pemadaman berlangsung.
Karena itu, sebagian personel tambahan akan difokuskan untuk mengoptimalkan embung yang berada di sekitar kawasan terbakar agar dapat kembali menampung air.
"Personel diturunkan untuk menggali embung-embung yang ada. Kita usahakan untuk kembali ada airnya, supaya pemadaman api dapat maksimal," jelas SF Hariyanto.
Tak hanya menambah kekuatan personel, Pemprov Riau juga menyiapkan 15 unit alat berat yang akan segera dikerahkan ke lokasi. Alat berat tersebut akan digunakan untuk memperdalam embung sekaligus mempercepat pembangunan parit gajah di sekeliling kawasan yang terbakar.
Langkah tersebut dinilai penting untuk membatasi pergerakan api sekaligus menciptakan sumber air tambahan bagi petugas yang melakukan pemadaman.
"Tujuannya untuk mempercepat pembuatan parit gajah di sekitar kawasan yang terbakar. Selain memblokir pergerakan api, parit gajah ini nantinya juga bisa menjadi sumber air untuk membantu proses pemadaman," ungkap SF Hariyanto dikutip dari MCRiau.
Dengan tambahan 92 personel dan rencana pengerahan 15 alat berat, pemerintah berharap penanganan karhutla di Kerumutan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif, terutama dalam mencegah api meluas ke kawasan lainnya.