www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Plt Gubri: Pacu Jalur Beri Nilai Tambah Masyarakat, Hotel-Homestay Penuh
Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:29:40 WIB
Plt Gubri, SF Hariyanto (foto/int)
Plt Gubri, SF Hariyanto (foto/int)

TELUK KUANTAN — Festival Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, tak lagi sekadar menjadi ajang pelestarian tradisi dan budaya masyarakat. Event tahunan tersebut kini menjelma sebagai salah satu penggerak roda perekonomian daerah.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau (Plt Gubri) SF Hariyanto mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan untuk menyaksikan Pacu Jalur memberikan efek langsung terhadap berbagai sektor ekonomi, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Festival Pacu Jalur Tradisional di Taman Jalur Kuansing, Rabu (19/8/2026).

Menurut SF Hariyanto, kedatangan masyarakat dari berbagai daerah selama penyelenggaraan Pacu Jalur secara otomatis meningkatkan aktivitas perdagangan, jasa, transportasi hingga sektor akomodasi

"Kalau ada event seperti ini, UMKM meningkat, hotel dan penginapan penuh. Bahkan karena event ini, banyak rumah warga yang disulap menjadi homestay," kata SF Hariyanto.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan Pacu Jalur telah berkembang jauh melampaui sebuah perlombaan tradisional. Festival budaya yang digelar setiap tahun itu kini menjadi magnet wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

"Ini memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kita sangat mendukung kegiatan ini," ujarnya.

SF Hariyanto menegaskan, Pemerintah Provinsi Riau akan terus mendorong agar penyelenggaraan Pacu Jalur memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. Geliat ekonomi yang muncul selama festival, menurutnya, harus dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha lokal.

Karena itu, Pemprov Riau melihat berbagai dampak positif yang muncul dari penyelenggaraan Pacu Jalur sebagai alasan untuk terus memperkuat event tersebut. Pengembangan festival, kata dia, tetap harus dilakukan tanpa menghilangkan akar tradisi dan nilai-nilai budaya masyarakat Kuansing.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kuansing, Muradi, mengatakan Pacu Jalur merupakan tradisi masyarakat Kuantan Singingi yang telah berkembang sejak awal 1900-an. Tradisi tersebut juga telah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Jauh sebelum menjadi festival besar seperti sekarang, jalur merupakan perahu panjang yang digunakan masyarakat di sepanjang Sungai Batang Kuantan sebagai sarana transportasi, termasuk untuk mengangkut hasil bumi dan hasil hutan.

Seiring perkembangan masyarakat, perahu tersebut kemudian digunakan dalam perlombaan antarkampung. Pada masa awal, Pacu Jalur juga digelar untuk memeriahkan berbagai perayaan, termasuk hari besar Islam.

Memasuki masa penjajahan Belanda, tradisi tersebut mengalami perubahan. Pemerintah kolonial menjadikan pacu jalur sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina yang jatuh pada 31 Agustus.

Setelah Indonesia merdeka, makna dan tujuan penyelenggaraan Pacu Jalur kembali berubah. Festival tersebut kemudian diarahkan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap Agustus.

Tradisi yang awalnya berlangsung di kampung-kampung sepanjang Sungai Kuantan itu kemudian berkembang menjadi event besar yang dipusatkan di kawasan Teluk Kuantan.

"Pada perkembangannya, Pacu Jalur tidak lagi hanya menjadi hiburan masyarakat lokal. Event tersebut berkembang menjadi salah satu ikon wisata budaya Riau dan masuk dalam kalender pariwisata nasional," papar Pj Sekdakab Kuansing dikutip dari MCRiau.

Dari Tradisi Rakyat Menjadi Magnet Wisata

Saat ini, Pacu Jalur identik dengan perahu kayu panjang yang didayung puluhan anak pacu. Jalur-jalur dari berbagai daerah beradu kecepatan di Sungai Batang Kuantan, sementara masyarakat memadati tepian sungai untuk menyaksikan perlombaan.

Pemerintah Kabupaten Kuansing mencatat festival tersebut biasanya digelar setiap tahun pada Agustus dan melibatkan ratusan jalur serta ribuan atlet dayung. Tak hanya wisatawan domestik, event ini juga menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara.

Besarnya jumlah pengunjung membuat dampak ekonomi Pacu Jalur semakin terasa. Ketika ribuan hingga ratusan ribu orang datang ke Kuansing, kebutuhan terhadap makanan, minuman, transportasi, penginapan, cendera mata hingga berbagai jasa ikut meningkat.

Bagi masyarakat Kuansing, geliat tersebut menjadi bukti bahwa tradisi yang diwariskan turun-temurun dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi daerah tanpa kehilangan identitas budayanya.



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin meninjau kesiapan personel Satlantas Polres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Bukan Sekadar Tilang, Ini Fokus Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 di Pelalawan
Tim FP GCN RPP melakukan pelatihan cara penggunaan dan jenis-jenis APAR serta pembuatan jalur evakuasi darurat kepada Tenaga Pengajar dan Peserta Didik SDN 02 Desa Kudap.GCN Latih Guru SDN 02 Kudap Gunakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran
  Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(foto: infografis/halloriau.com)Hujan Seharian, Riau Nihil Hotspot! BMKG Catat 108 Titik Panas di Sumatera Sore Ini
Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa diikuti 32.214 bikers dari seluruh Indonesia. 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan dalam Honda Bikers Day 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved