www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
DBH Migas Siak Anjlok Jadi Rp36 M, Bupati Afni Minta Ini ke Pejabat Kemenkeu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Pilih Hati-hati, Plt Gubri Tunggu Putusan Satgas PKH Soal Relokasi Warga TNTN
Kamis, 04 Desember 2025 - 16:12:34 WIB
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: dok/halloriau.com)
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: dok/halloriau.com)

PEKANBARU - Rencana relokasi ribuan warga yang tinggal di dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) hingga kini masih belum menemui kejelasan.

Pemerintah pusat menilai relokasi diperlukan untuk memulihkan kawasan konservasi tersebut agar kembali menjadi habitat alami satwa liar. Namun, polemik di lapangan terus mengemuka.

Saat ini, ribuan hektare lahan TNTN telah berubah menjadi kebun sawit. Kondisi ini mendorong pemerintah melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) melakukan operasi penertiban.

Namun, langkah tersebut memicu penolakan dari masyarakat yang mengklaim telah lama bermukim dan memiliki hak atas lahan tersebut.

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto memilih berhati-hati menanggapi rencana relokasi, dan menegaskan, keputusan tidak dapat ditetapkan sepihak oleh Pemprov Riau.

“Nanti akan dibahas bersama. Untuk saat ini, kami belum bisa memberikan pernyataan,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Ketika ditanya apakah ia mendukung relokasi, SF Hariyanto tidak memberikan jawaban langsung. Namun ia menegaskan komitmen mengikuti keputusan bersama.

“Intinya kami mendukung kebijakan bersama. Karena ada satgasnya, jadi kita tunggu saja bagaimana hasilnya,” katanya.

TNTN awalnya memiliki luas sekitar 81.793 hektare. Namun akibat perambahan masif, kini hanya tersisa sekitar 12.561 hektare atau hanya 15 persen kawasan yang masih berfungsi sebagai hutan alami.

Namun upaya tersebut bersinggungan dengan kehidupan sekitar 50.000 warga yang terdampak status kawasan.

Sebagian lahan bahkan disebut memiliki sertifikat hak milik (SHM) yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), sehingga semakin memicu perdebatan soal legalitas pemukiman.

Penolakan relokasi memuncak dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP), Kamis (4/12/2025) di depan kantor DPRD Kabupaten Pelalawan.

Koordinator Umum AMMP, Wandri Simbolon menyatakan, warga menolak relokasi karena merasa lebih dahulu tinggal dibandingkan penetapan TNTN sebagai taman nasional.

“Kemarin Menteri Kehutanan datang ke Riau, tapi tidak mau bertemu dan berdialog dengan kami. Padahal beliau orang Riau,” seru Wandri.

Ia menilai masyarakat layak mendapatkan penjelasan langsung dari pemerintah pusat terkait nasib mereka.

Setelah berorasi, massa ditemui Wakil Ketua DPRD Pelalawan Baharudin, Kapolsek AKBP John Louis Letedara SIK, serta sejumlah anggota dewan lainnya.

“Dari pagi kami sudah menunggu kedatangan bapak ibu semua. Makanya seluruh Forkopimda sudah ada di gedung dewan untuk bertemu dan berdialog,” ujar Baharudin.

DPRD kemudian menawarkan dialog resmi. Sebanyak 20 perwakilan massa disepakati mengikuti pembahasan tuntutan AMMP di Kantor Bupati Pelalawan.

Aksi yang sempat tertunda karena hujan itu berlangsung kondusif dengan pengamanan ketat dari personel Polres Pelalawan, TNI, dan Satpol PP.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Bupati Afni temui pejabat Kemenkeu pertanyakan DBH Migas Siak anjlok jadid Rp36 miliar (foto/int)DBH Migas Siak Anjlok Jadi Rp36 M, Bupati Afni Minta Ini ke Pejabat Kemenkeu
ilustrasi.BSU Rp900 Ribu Periode Oktober-Desember 2026 Cair, Cek Info Disini!
ilustrasi.Nasib Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Ditentukan MK Malam Ini
Sekda Riau, Syahrial Abdi.Pemprov Riau Siapkan Sistem Baru Pembayaran TPP, Kinerja ASN Jadi Acuan
Ratusan kasus DBD tercatat di Pekanbaru.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Waspada Pancaroba, 745 Kasus DBD Terjadi di Pekanbaru dan 3 Warga Meninggal
  Ilustrasi harga emas Antam di Pekanbaru kembali turun (foto/int)Harga Emas Antam di Pekanbaru Turun Lagi, 1 Gram Kini Rp2,57 Juta
Ilustrasi asap masih menyelimuti Riau (foto/int)Asap Masih Tebal di Riau, BMKG Imbau Warga Batasi Kegiatan Luar Ruangan
Pameran Honda di salah satu mal di Pekanbaru.Honda Brio RS 2026, Hatchback Sporty yang Cocok untuk Mobilitas Warga Pekanbaru
ilustrasi.Kualitas Udara Membahayakan, Pembelajaran PAUD-SMP di Pekanbaru Beralih Daring
Layanan 112 Pekanbaru dapat panggilan iseng.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Jangan Iseng! Panggilan Palsu ke 112 Pekanbaru Bisa Bahayakan Nyawa
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved