www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Pilih Hati-hati, Plt Gubri Tunggu Putusan Satgas PKH Soal Relokasi Warga TNTN
Kamis, 04 Desember 2025 - 16:12:34 WIB
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: dok/halloriau.com)
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: dok/halloriau.com)

PEKANBARU - Rencana relokasi ribuan warga yang tinggal di dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) hingga kini masih belum menemui kejelasan.

Pemerintah pusat menilai relokasi diperlukan untuk memulihkan kawasan konservasi tersebut agar kembali menjadi habitat alami satwa liar. Namun, polemik di lapangan terus mengemuka.

Saat ini, ribuan hektare lahan TNTN telah berubah menjadi kebun sawit. Kondisi ini mendorong pemerintah melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) melakukan operasi penertiban.

Namun, langkah tersebut memicu penolakan dari masyarakat yang mengklaim telah lama bermukim dan memiliki hak atas lahan tersebut.

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto memilih berhati-hati menanggapi rencana relokasi, dan menegaskan, keputusan tidak dapat ditetapkan sepihak oleh Pemprov Riau.

“Nanti akan dibahas bersama. Untuk saat ini, kami belum bisa memberikan pernyataan,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Ketika ditanya apakah ia mendukung relokasi, SF Hariyanto tidak memberikan jawaban langsung. Namun ia menegaskan komitmen mengikuti keputusan bersama.

“Intinya kami mendukung kebijakan bersama. Karena ada satgasnya, jadi kita tunggu saja bagaimana hasilnya,” katanya.

TNTN awalnya memiliki luas sekitar 81.793 hektare. Namun akibat perambahan masif, kini hanya tersisa sekitar 12.561 hektare atau hanya 15 persen kawasan yang masih berfungsi sebagai hutan alami.

Namun upaya tersebut bersinggungan dengan kehidupan sekitar 50.000 warga yang terdampak status kawasan.

Sebagian lahan bahkan disebut memiliki sertifikat hak milik (SHM) yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), sehingga semakin memicu perdebatan soal legalitas pemukiman.

Penolakan relokasi memuncak dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP), Kamis (4/12/2025) di depan kantor DPRD Kabupaten Pelalawan.

Koordinator Umum AMMP, Wandri Simbolon menyatakan, warga menolak relokasi karena merasa lebih dahulu tinggal dibandingkan penetapan TNTN sebagai taman nasional.

“Kemarin Menteri Kehutanan datang ke Riau, tapi tidak mau bertemu dan berdialog dengan kami. Padahal beliau orang Riau,” seru Wandri.

Ia menilai masyarakat layak mendapatkan penjelasan langsung dari pemerintah pusat terkait nasib mereka.

Setelah berorasi, massa ditemui Wakil Ketua DPRD Pelalawan Baharudin, Kapolsek AKBP John Louis Letedara SIK, serta sejumlah anggota dewan lainnya.

“Dari pagi kami sudah menunggu kedatangan bapak ibu semua. Makanya seluruh Forkopimda sudah ada di gedung dewan untuk bertemu dan berdialog,” ujar Baharudin.

DPRD kemudian menawarkan dialog resmi. Sebanyak 20 perwakilan massa disepakati mengikuti pembahasan tuntutan AMMP di Kantor Bupati Pelalawan.

Aksi yang sempat tertunda karena hujan itu berlangsung kondusif dengan pengamanan ketat dari personel Polres Pelalawan, TNI, dan Satpol PP.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin meninjau kesiapan personel Satlantas Polres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Bukan Sekadar Tilang, Ini Fokus Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 di Pelalawan
Tim FP GCN RPP melakukan pelatihan cara penggunaan dan jenis-jenis APAR serta pembuatan jalur evakuasi darurat kepada Tenaga Pengajar dan Peserta Didik SDN 02 Desa Kudap.GCN Latih Guru SDN 02 Kudap Gunakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran
  Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(foto: infografis/halloriau.com)Hujan Seharian, Riau Nihil Hotspot! BMKG Catat 108 Titik Panas di Sumatera Sore Ini
Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa diikuti 32.214 bikers dari seluruh Indonesia. 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan dalam Honda Bikers Day 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved