SIAK — Dalam suasana pelantikan yang penuh makna dan nuansa kerakyatan, Gubernur Riau Abdul Wahid resmi melantik Afni dan Syamsurizal sebagai Bupati dan Wakil Bupati Siak periode 2025–2030, Rabu (4/6/2025).
Namun, momen sakral ini tak hanya diwarnai dengan prosesi seremonial, melainkan juga diisi dengan pesan-pesan penting soal tantangan besar yang menanti kepemimpinan baru di Kabupaten Siak.
Dalam sambutannya, Gubernur Wahid menyoroti krisis fiskal dan kebutuhan mendesak akan transformasi ekonomi sebagai dua tantangan utama yang harus segera dijawab pemerintahan Afni–Syamsurizal. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Siak, bahkan Provinsi Riau secara umum, tidak bisa lagi bergantung pada sektor minyak dan gas (migas) sebagai tulang punggung pendapatan daerah.
“Riau ini sering dianggap negeri yang kaya. Tapi kenyataannya, saat ini kita sedang menghadapi defisit anggaran. Ini tantangan nyata,” ujar Wahid di hadapan para undangan dan tokoh masyarakat.
Sebagai solusi, Wahid mendorong pemerintah kabupaten yang baru dilantik untuk segera melakukan diversifikasi ekonomi. Sektor-sektor strategis seperti kehutanan, perkebunan, perikanan, pariwisata, serta ekonomi kreatif disebutnya sebagai masa depan pembangunan Siak.
“Kita tidak bisa hanya bergantung pada sumber daya alam. Kita butuh transformasi menuju ekonomi berbasis manusia, inovasi, dan teknologi. Saya yakin, Siak mampu mengambil peran dalam perubahan ini,” tegasnya.
Tak hanya bicara soal arah pembangunan ekonomi, Gubernur juga mengingatkan pentingnya tata kelola anggaran yang efisien dan berpihak pada kebutuhan rakyat. Setiap rupiah, kata dia, harus dibelanjakan secara cermat, transparan, dan sesuai skala prioritas pembangunan.
Menariknya, pelantikan kali ini juga mengusung semangat ekonomi kerakyatan. Salah satunya ditunjukkan melalui penggunaan kendaraan odong-odong lokal sebagai simbol transportasi dalam prosesi pelantikan. Inisiatif ini mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Wahid.
“Saya terkesan. Pelantikan ini bukan hanya seremoni, tapi juga menunjukkan kepedulian pada ekonomi rakyat kecil. Ini adalah contoh sinergi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha mikro,” katanya dikutip dari MCRiau.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Abdul Wahid berpesan agar duet Afni–Syamsurizal segera menyusun strategi pembangunan yang berpijak pada kebutuhan riil masyarakat Siak. Ia juga menitipkan nilai-nilai budaya Melayu sebagai fondasi dalam menjalankan pemerintahan. (*)