PELALAWAN - Kualitas udara di Kabupaten Pelalawan, Riau, masih berada pada kategori tidak sehat berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), Rabu (2/9/2026).
Kondisi tersebut terpantau di wilayah Pangkalan Kerinci dan sekitarnya melalui alat pemantau ISPU milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan.
Kepala DLH Pelalawan Eko Novitra mengatakan, dari sejumlah parameter yang dipantau, masih terdapat satu parameter yang masuk kategori tidak sehat. Sementara parameter lainnya berada pada kategori aman, meski beberapa di antaranya mengalami perubahan.
"Level kualitas udara kita masih pada tidak sehat pada satu parameter. Tapi parameter yang lain meningkat juga," kata Kepala DLH Pelalawan, Eko Novitra kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (2/9/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan, parameter PM10 berada pada level 91 dan masuk kategori sedang dengan indikator warna biru. Angka tersebut sedikit meningkat dibandingkan sehari sebelumnya.
Sementara itu, parameter PM2.5 berada pada level 136 dan masuk kategori tidak sehat dengan indikator warna kuning. Meski masih berada pada level tidak sehat, angka PM2.5 tersebut tercatat sedikit menurun dibandingkan hari sebelumnya.
Untuk parameter lainnya, SO2 berada pada level 30 dan masuk kategori baik dengan indikator warna hijau. Kemudian O3 berada di level 6 dan juga masuk kategori baik.
Sedangkan NO2 tercatat pada angka 37. Adapun parameter CO dan HC belum dapat terdeteksi karena alat pemantau sedang mengalami kerusakan.
Di tengah kondisi udara yang masih tidak sehat, jumlah titik panas di Pelalawan terpantau relatif rendah. Sebanyak tiga hotspot terdeteksi berdasarkan pemantauan terbaru.
Eko menegaskan, keberadaan kabut asap yang masih terlihat di Pangkalan Kerinci dan sekitarnya belum tentu berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Pelalawan.
"Kabut asap yang muncul saat ini kemungkinan besar bukan dari Pelalawan, karena daerah kita sudah zero firespot," tandas Eko Novitra.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan arah angin yang membawa asap dari wilayah lain yang sedang mengalami Karhutla.
Asap dari daerah lain tersebut kemudian terbawa angin hingga memasuki wilayah Pelalawan dan menyelimuti langit Pangkalan Kerinci serta daerah sekitarnya.
Kondisi ini membuat kualitas udara di Pelalawan masih perlu mendapat perhatian, meskipun kabut asap yang terlihat saat ini mulai berkurang.