www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Warga Kerumutan Resah, Beruang Muncul Berulang di Dekat Permukiman
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kebakaran Gambut Sulit Padam, Raja Juli Antoni Minta Korporasi di Riau Stop Bakar Lahan
Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:03:25 WIB
Menhut, Raja Juli Antoni.(foto: int)
Menhut, Raja Juli Antoni.(foto: int)

PELALAWAN – Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni menegaskan pemerintah tidak akan memberi toleransi terhadap pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla), baik masyarakat maupun korporasi.

Penegakan hukum dipastikan berjalan tanpa pandang bulu, seiring upaya pemadaman dan pendinginan yang masih berlangsung di kawasan gambut Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (28/8/2026).

Saat meninjau langsung lokasi kebakaran, Raja Juli mengingatkan, kebakaran di lahan gambut memiliki tingkat kesulitan tinggi karena api dapat terus membara di bawah permukaan tanah meski kobaran di atas sudah padam.

"Jadi sekali lagi, ini pekerjaan pemadaman yang berat sekali. Sehingga saya ingatkan kepada masyarakat ataupun korporasi yang masih bermain api mohon diberhentikan," tegas Raja Juli.

Menhut mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya dari Kapolda Riau, aparat telah menetapkan satu orang sebagai tersangka kasus karhutla di wilayah tersebut.

Ia menegaskan, langkah hukum merupakan instruksi langsung Presiden agar memberikan efek jera kepada para pelaku.

"Tadi disampaikan Pak Kapolda sudah ada satu tersangka untuk daerah sini. Ya tetap seperti yang tadi sudah saya sampaikan, perintah Pak Presiden penegakan hukum harus jelas dan dilakukan tanpa pandang bulu," katanya.

Menurut Raja Juli, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan operasi pemadaman. Pencegahan serta penegakan hukum harus berjalan beriringan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Dalam peninjauan tersebut, api terbuka di sebagian area memang sudah tidak terlihat. Namun, asap masih keluar dari lapisan gambut sehingga proses pendinginan belum dapat dihentikan.

Ia menjelaskan karakteristik tanah gambut membuat bara api dapat bertahan di dalam tanah dan sewaktu-waktu kembali memicu kebakaran apabila pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.

"Kalau dilihat ini sudah tinggal asap saja, tetapi jika tidak dilakukan pendinginan bisa muncul kapan saja. Makanya, saya minta supaya semuanya tetap waspada," jelasnya.

Raja Juli menambahkan, kondisi tersebut menjadi alasan Riau ditetapkan sebagai salah satu provinsi prioritas dalam penanganan karhutla nasional.

"Riau menjadi salah satu provinsi prioritas karena kita lihat bersama tanah yang ada di sini merupakan tanah gambut. Pemadaman di tanah gambut ini tidak mudah, sehingga diperlukan proses pendinginan seperti sekarang ini," ujarnya.

Di tengah proses penanganan yang masih berlangsung, Menhut memberikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni hingga berbagai unsur lainnya.

"Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Mulai dari Pak Pangdam, Pak Kapolda, BPBD, Manggala Agni hingga seluruh pihak yang telah bersama-sama melakukan pemadaman api," ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut Raja Juli didampingi Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, serta Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.

Sementara itu, Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto menegaskan, keberhasilan pengendalian karhutla merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen, bukan hanya pemerintah atau aparat keamanan.

"Keberhasilan ini bukanlah milik perorangan atau bukan hanya keberhasilan TNI, Polri, dan pemerintah saja," sebut SF Hariyanto.

"Melainkan keberhasilan kita bersama seluruh elemen masyarakat Riau. Gotong royong merupakan hal paling mendasar dalam penanganan Karhutla di Riau," tukasnya.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Beruang berkeliaran di pemukiman warga di Pelalawan.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Warga Kerumutan Resah, Beruang Muncul Berulang di Dekat Permukiman
Kapal mati mesin di perairan Meranti, penumpang dievakuasi.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Mesin Kapal Mendadak Bermasalah di Perairan Meranti, 6 Penumpang Dievakuasi
Bayi gajah lahir di Tesso Nilo Pelalawan.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Bayi Gajah Ganesha Lahir di Tesso Nilo Pelalawan, Ini Pesan Besar di Balik Namanya
Kapolres Pelalawan Ahmad Nur Ari sambangi Bupati Zukri.(foto: andi/halloriau.com)Bupati Zukri dan Kapolres Baru Pelalawan Sepakat Perkuat Koordinasi Keamanan
Polisi turun ke kawasan rawan karhutla di Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Cegah Karhutla Meluas, Polsek Rimba Melintang Sisir Kawasan Rawan di Rohil
  Menhut, Raja Juli Antoni.(foto: mcr)Tanjung Leban Bengkalis Didorong Jadi "Laboratorium Hidup" Restorasi Gambut Dunia
Belasan THM di Pekanbaru dirazia Polisi.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Polda Riau Sisir 12 THM di Pekanbaru, Dua Pengunjung Terdeteksi Positif Narkotika
Satpol PP Pekanbaru razia bisokop mini dan jaring lima pasangan.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Razia Tempat Hiburan Jaring 5 Pasangan, DPRD Pekanbaru Minta Pengelola Ikut Diperiksa
DPRD Pekanbaru usulkan PKL ditata dalam sentra khusus.(ilustrasi/Ai/halloriau.com)Tak Ingin PKL Penuhi Badan Jalan, DPRD Pekanbaru Dorong Sentra Pedagang per Kecamatan
Ist.Program Bag-to-School Asian Agri Jangkau 1.052 Murid di 90 Desa
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved