www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Menhut Datang ke Ukui: Tinjau Karhutla hingga Bakti Kesehatan untuk Warga
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Ratusan Warga Pelalawan Terserang ISPA akibat Kabut Asap, Begini Kondisinya
Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:14:57 WIB
ISPA di Kabupaten Pelalawan meningkat akibat kabut asap.(ilustrasi/halloriau.com)
ISPA di Kabupaten Pelalawan meningkat akibat kabut asap.(ilustrasi/halloriau.com)

PEKANBARU - Kabut asap yang muncul seiring kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Riau, mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Hingga Selasa (25/8/2026), Diskes Pelalawan mencatat 549 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kadiskes Pelalawan, Asril mengatakan, kenaikan kasus mulai terlihat setelah kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah sejak 18 Agustus 2026.

Data tersebut dikumpulkan dari fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai kecamatan, terutama puskesmas.

“Kami mulai mendeteksi peningkatan kasus ISPA mulai kabut asap muncul sejak 18 Agustus lalu sampai hari ini,” kata Asril, Rabu (26/8/2026).

Dari total 549 kasus tersebut, pasien laki-laki tercatat sebanyak 278 orang, sedangkan perempuan mencapai 271 orang.

Distribusi kasus menunjukkan Puskesmas Pangkalan Kuras I menjadi fasilitas kesehatan dengan jumlah pasien ISPA terbanyak, yakni 147 orang.

Sebaran kasus ISPA yang tercatat di puskesmas se-Kabupaten Pelalawan meliputi, Puskesmas Pangkalan Kerinci I 60 kasus, Puskesmas Pangkalan Kerinci II 4 kasus, Puskesmas Bandar Seikijang 26 kasus, Puskesmas Langgam 52 kasus dan Puskesmas Pangkalan Kuras I 147 kasus.

Kemudian, Puskesmas Pangkalan Kuras II 28 kasus, Puskesmas Ukui 70 kasus, Puskesmas Bandar Petalangan 25 kasus, Puskesmas Kerumutan 72 kasus, Puskesmas Pelalawan 27 kasus, Puskesmas Pangkalan Lesung 11 kasus, Puskesmas Bunut 10 kasus, Puskesmas Teluk Meranti 21 kasus, serta Puskesmas Kuala Kampar 6.

Sementara itu, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya belum mencatat adanya pasien ISPA yang harus mendapatkan penanganan lanjutan akibat paparan kabut asap karhutla.

Asril menyebut kondisi pasien yang terdata masih berada dalam kategori yang dapat ditangani di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Hingga kini belum terdapat pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit.

“Sampai saat ini pasien masih bisa ditangani di faskes awal seperti puskesmas maupun bidan desa. Belum ada rujukan ke RS,” ujarnya.

Diskes Pelalawan juga memantau kondisi kualitas udara di Pangkalan Kerinci. Berdasarkan informasi dari instansi berwenang, kondisi udara di wilayah tersebut mulai menunjukkan perbaikan.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada karena paparan asap karhutla dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan. Keluhan yang muncul antara lain batuk, pilek, demam hingga sakit tenggorokan.

Masyarakat yang mengalami keluhan ringan dianjurkan memperbanyak minum air putih, menjaga asupan vitamin, menggunakan obat sesuai kebutuhan dan petunjuk tenaga kesehatan, serta memperbanyak waktu istirahat.

Kelompok rentan perlu mendapat perhatian lebih. Lansia serta masyarakat dengan riwayat penyakit seperti asma dan gangguan paru-paru dinilai memiliki risiko lebih tinggi ketika kualitas udara memburuk akibat asap.

“Untuk kelompok yang rentan, harus lebih menjaga kesehatan dampak dari asap. Jika kondisinya lebih parah, segera ke puskesmas,” ucap Asril.

Untuk memperkuat pelayanan bagi masyarakat di kawasan terdampak karhutla, Posko Kesehatan Penanggulangan Bencana Karhutla juga telah dibuka di Desa Bandar Panjang, Kecamatan Kerumutan.

Posko tersebut merupakan hasil kerja sama antara Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Riau, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Si Dokkes) Polres Pelalawan, Diskes Pelalawan serta Puskesmas Kerumutan.

Keberadaan posko tersebut diharapkan dapat mempercepat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, khususnya warga yang berada di wilayah dengan paparan asap karhutla.

Lonjakan 549 kasus ISPA menjadi sinyal bahwa dampak karhutla di Pelalawan tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan dan kualitas udara, tetapi juga mulai menyentuh aspek kesehatan masyarakat.

Pemantauan kasus dan kondisi udara pun menjadi penting untuk mencegah gangguan pernapasan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

 

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Menhut meninjau lokasi Karhutla dan gelar bakti kesehatan di Ukui, Pelalawan (foto/Andy)Menhut Datang ke Ukui: Tinjau Karhutla hingga Bakti Kesehatan untuk Warga
Bupati Siak, Afni mendorong Tengku Buwang Asmara jadi pahlawan nasional (foto/int)Bupati Afni Perjuangkan Tengku Buwang Asmara Jadi Pahlawan Nasional
Plt Gubri, SF Hariyanto meraih award atas inovasi pemerintahan digital (foto/int)SF Hariyanto Raih Anugerah Inovasi Pemerintahan Digital dan Kepemimpinan Kolaboratif
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria kepada Agung Nugroho dalam malam puncak Pemimpin Daerah Award 2026 di LCH Lantai 14 iNews Tower, Jakarta, Kamis (27/8/2026).Walikota Agung Nugroho Raih Pemimpin Daerah Award 2026 Bidang Infrastruktur
Tribun Pekanbaru Award 2026.Tribun Pekanbaru Award 2026 Jadi Ajang Apresiasi Tokoh dan Pemimpin Daerah
  Presiden BEM Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I), Fajar Nugraha (foto/Andy)Riau Diselimuti Asap, BEM ITP2I: Jangan Jadikan Karhutla Tradisi Tahunan
Ilustrasi hotspot masih membara di Riau (foto/int)Waspada Karhutla, 265 Hotspot Terdeteksi di Riau, Pelalawan Capai 120 Titik
SF Hariyanto raih Anugerah Inovasi Pemerintahan Digital di Tribun Pekanbaru Award 2026.SF Hariyanto Digandjar Penghargaan Inovasi Pemerintahan Digital dan Kepemimpinan Kolaboratif
ilustrasi karhutla.Karhutla Riau Tembus 16.474 Hektare, 171 Hotspot Muncul dalam Sehari
ist.Semangat Sinergi Bagi Negeri, AHM Best Student 2026 Regional Riau Wadahi Inovasi Gen Z
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved