PELALAWAN - Kenaikan signifikan debit Sungai Kampar mulai berdampak serius terhadap akses transportasi warga di Kabupaten Pelalawan.
Sejumlah ruas jalan di wilayah bantaran sungai dilaporkan terendam banjir, bahkan satu di antaranya memutus total akses darat ke permukiman warga.
BPBD Pelalawan mencatat, genangan air mulai menghambat mobilitas masyarakat di Kecamatan Langgam dan Kecamatan Pangkalan Kerinci sejak Kamis (8/1/2026).
Kondisi ini dipicu naiknya elevasi Sungai Kampar hingga 2,45 meter di atas batas normal, atau meningkat sekitar 5 sentimeter dibandingkan sehari sebelumnya.
Kalaksa BPBD Pelalawan, Zulfan MSi menyebut, dampak terparah terjadi pada akses menuju Desa Rantau Baru, Pangkalan Kerinci.
“Akses ke Desa Rantau Baru sudah terputus sejak kemarin karena jalan terendam air,” kata Zulfan, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, ruas jalan yang menghubungkan Jalan Koridor PT RAPP ke area perkampungan Desa Rantau Baru terendam air setinggi sekitar 30 sentimeter, mulai dari gapura desa hingga mendekati permukiman warga.
Kondisi ini diperparah oleh struktur jalan yang relatif rendah dan berada tepat di tepi Sungai Kampar.
Zulfan menjelaskan, terdapat satu titik cekungan dengan kedalaman genangan lebih dari 50 sentimeter, yang kerap membuat kendaraan terjebak.
“Ada satu titik berbentuk cekungan dengan kedalaman air lebih dari 50 sentimeter. Mobil sering terpuruk di situ, sehingga kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa lagi melintas,” ujarnya.
Akibat terputusnya jalur darat, warga Desa Rantau Baru kini bergantung pada transportasi air, seperti sampan dan kapal kayu bermotor (pompong), untuk menyeberang menuju Jalan Koridor RAPP maupun sebaliknya.
Sementara itu, genangan juga mulai terjadi di akses Simpang Langgam-Dusun Muaro Sako, Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam.
Namun ketinggian air masih berkisar 10-15 sentimeter dan masih dapat dilalui kendaraan.
“Di Kelurahan Pelalawan, air masih naik turun akibat pasang, tapi belum mengganggu aktivitas masyarakat dan permukiman,” jelasnya.
BPBD memastikan, hingga saat ini wilayah rawan lain masih dalam kondisi aman. Termasuk Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, yang dilaporkan belum terdampak banjir.
Zulfan menambahkan, genangan air di bantaran Sungai Kampar dipicu oleh curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir, ditambah pasang besar dari laut yang mendorong air masuk dari hilir sungai.
“Dalam dua hari ke depan kemungkinan air akan surut karena musim pasang besar mulai turun. Lokasi lain masih aman sampai sekarang, termasuk Jalintim Kilometer 83,” pungkasnya.