www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Silaturahmi ke RPBD di Kuansing, Ini Harapan Dit Intelkam Polda Riau
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Pemerintah Alokasikan Rp44,8 Triliun, Grup APRIL Komit Turunkan 50 Persen Stunting di Riau
Minggu, 19 Juni 2022 - 20:56:06 WIB
Tim PT RAPP bersama Posyandu memberikan penyuluhan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada para ibu setempat
Tim PT RAPP bersama Posyandu memberikan penyuluhan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada para ibu setempat

PELALAWAN - Program penurunan angka stunting mendapat perhatian serius dari Pemerintah. Berbagai kebijakan diambil untuk mencapai angka 14 persen prevalensi stunting di tahun 2024. Salah satunya dengan mengalokasikan dana Rp44,8 triliun untuk menurunkan angka stunting di tahun 2022.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, dana tersebut diarahkan untuk menurunkan angka stunting demi terciptanya lingkungan bekerja, rumah tangga dan kesehatan yang lebih baik.

Ditegaskannya, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang memiliki implikasi kepada generasi penerus, berimplikasi kepada kehidupan, produktivitas, hingga kepada kehidupan ekonomi, produktivitas dan kemajuan ekonomi Indonesia.

"Arahan Bapak Presiden, kita akan menurunkan prevalensi stunting menuju 14 persen pada tahun 2024. Saat ini, kita masih cukup tinggi di sekitar 24 persen lebih. Ada kemajuan, namun kemajuan ini harus lebih cepat kita upayakan," kata Suahasil dalam Sosialisasi Arah Kebijakan DAK Stunting Tahun 2023, baru-baru ini secara daring.

Sementara itu, prevalensi stunting di Riau pada tahun 2021 sebesar 22,3 persen. Angka ini memang sedikit lebih baik daripada rata-rata prevalensi stunting di Indonesia. Namun demikian, tetap diperlukan perubahan lebih cepat untuk mencapai 14 persen pada tahun 2024 atau harus diturunkan sebesar 3 persen per tahun.



Gubernur Riau, Syamsuar menyatakan, upaya penurunan angka stunting membutuhkan intervensi gizi pada lokasi dan kelompok sasaran prioritas yaitu rumah tangga 1.000 hari pertama kehidupan. Untuk mencapai tujuan tersebut membutuhkan konvergensi intervensi di lintas sektor.

"Pemerintah terus memantau dan mengevaluasi hasil kinerja dari pembinaan dan pengawasan serta komitmen kepala daerah dalam menurunkan angka stunting ini," jelasnya.

Upaya penurunan angka stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak termasuk pemerintah daerah dan desa/kelurahan, akademisi, media, swasta, lembaga swadaya masyarakat dan sebagainya.

Salah satu pihak swasta yang aktif mendukung program prioritas pemerintah tersebut adalah PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Perusahaan bagian dari grup APRIL ini bertekad menurunkan angka stunting sebesar 50 persen di Riau, dimana tercatat 16.275 orang atau 10,9 persen dari jumlah balita stunting pada tahun 2019.

Langkah ini sejalan dengan komitmen transformatif APRIL2030 pada pilar Kemajuan Inklusif (Inclusive Progress) yang telah diluncurkan akhir 2020 lalu. Koordinator Program Kesehatan CD RAPP, Purwowidi Astanto menjelaskan, ada dua pendekatan dalam menjalankan program penurunan angka stunting.

Pendekatan pertama melalui program pemberdayaan masyarakat (community empowerment) yang telah dilakukan secara intensif bersama dengan masyarakat desa di sekitar area operasional perusahaan dan pendekatan kedua dengan menciptakan lingkungan yang kondusif.



"Salah satunya kegiatan training of trainer konseling pemberian makan bayi dan anak (PMBA) bagi petugas gizi Puskesmas yang kita laksanakan bagi Kabupaten Pelalawan dan Siak pada bulan Juni ini kemudian menyusul tiga Kabupaten lainnya, Kampar, Kuansing dan Kepulauan Meranti," ujar Purwowidi, Minggu (18/6/2022) di Pangkalan Kerinci.

Widi menambahkan, sederetan kegiatan pelatihan juga dilaksanakan seperti edukasi dan kampanye kesehatan bagi para kader posyandu, ibu hamil, anak dan balita di daerah sasaran. Kegiatan tersebut di antaranya pelatihan penyelenggaraan Posyandu, pelatihan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat (PKBM), pelatihan konseling PMBA, pelatihan manajemen terpadu balita sakit berbasis masyarakat (MTBS-M) dan pelatihan higienitas dan sanitasi.

"Juga dilakukan promo-edukasi kesehatan dan gizi, monitoring dan evaluasi kegiatan Posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT) dan penyuluhan, pemulihan bagi anak balita gizi buruk, BGM (bawah garis merah) dan ibu hamil KEK (kekurangan energi kronis)," tambahnya.

Selain itu, lanjut Widi, untuk pengembangan Posyandu, CD RAPP juga memberikan dukungan peralatan Posyandu berupa antropometri kit, menggelar lomba-lomba Posyandu serta pengembangan media komunikasi, informasi dan edukasi sebagai bagian dari kampanye kesehatan kepada para penerima manfaat.

"Di tingkat masyarakat, kegiatan percepatan penurunan angka stunting telah diimplementasikan di 295 Posyandu tersebar di 131 desa, 27 kecamatan di lima Kabupaten di Provinsi Riau," paparnya.

Demi menyukseskan seluruh rangkaian dan tujuan dari program stunting ini, RAPP berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai OPD di tingkat Kabupaten dan Provinsi, terutama yang berperan aktif dalam TPPS, seperti Bappedalitbang, BKKBN Riau, Diskes, Bapelkes, DP3AP2KB, DPMD dan sebagainya.(*)

   


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Dit Intelkam Polda Riau bersama pengurus RPBD di Kuansing.(foto: rivo/halloriau.com)Silaturahmi ke RPBD di Kuansing, Ini Harapan Dit Intelkam Polda Riau
Sekjen DPW Partai NasDem Riau, Jhony Charles63 Kampung dI Riau Terima Sertifikat Proklim, Jhony Charles Harap Terus Ditingkatkan, Ini Sebabnya
Ilustrasi.(int)Set Top Box Tiba-tiba Meledak, Ini Sebabnya
Bupati Cianjur menerima bantuan donasi untuk korban gempa dari Pemprov Riau.(foto: mcr)Terkumpul Rp676 Juta Lebih, Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur
Bupati dan pimpinan DPRD Kepulauan Meranti salam komando usai pengesahan APBD Tahun 2023APBD Kepulauan Meranti Tahun 2023 Disahkan Rp1,4 Triliun, Banggar DPRD Berikan Sejumlah Rekomendasi
  Kadiskes Riau, Zainal Arifin.(foto: int)Diskes Riau Bakal Gelar Seminar Hari AIDS Sedunia Bersama Mahasiswa Kesehatan
Ilustrasi.(int)Sore ini 3 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Riau Nihil
Ilustrasi.(int)DLHK Riau Verifikasi Administrasi SPJ Sebelum Bangun 2 Sekat Kanal di Rohil dan Pelalawan
Aliansi Masyarakat dan Anggota Poktan Menggala Jaya, unjuk rasa di lahan sengketa. Unjuk Rasa di Lahan Sengketa, Anggota Poktan Menggala Jaya Rohil Minta Syamsuar Bertindak
Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata, Feby Sallyanto, memberikan pemaparan kepada media tentang kolaborasi XL Axiata dan Polri dalam pengamanan KTT G20.(foto: istimewa)XL Axiata-Polri Kolaborasi Terapkan Teknologi Body Worn Camera di KTT G20 Bali
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
JNE Pekanbaru bersilaturahmi ke kantor Halloriau.com
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2022 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved