www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Terus Naik, Harga TBS Sawit Riau Tembusan Rp2.643/Kg
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Program Proklim RAPP Kurangi Emisi Rumah Kaca dan Perubahan Iklim
Rabu, 27 Januari 2021 - 17:28:48 WIB
Penyerahan sertifikat proklim : RAPP menerima penghargaan proklim bebeerapa waktu lalu
Penyerahan sertifikat proklim : RAPP menerima penghargaan proklim bebeerapa waktu lalu

PELALAWAN - Gerakan berbasis komunitas dapat menjadi salah satu cara yang efektif dalam mengatasi perubahan iklim di tengah komitmen Indonesia mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% dengan usaha sendiri dari 41% dengan bantuan dari internasional.

Salah satunya lewat Program Kampung Iklim (ProKlim). Program nasional yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini bertujuan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk menguatkan kemampuan adaptasi demi dampak penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dan perubahan iklim.

"Inisiatif yang dilakukan para pelaksana ProKlim sangat penting, seperti menghijaukan daerahnya, memilah sampah, hemat listrik dan air, tak membakar sampah, hutan, serta lahan; meningkatkan ketahanan pangan, serta mengurangi risiko dan ancaman akibat bencana akibat iklim," ujar Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono, Selasa (19/1/2021).

Dalam mengedukasi masyarakat, desa-desa yang berhasil menerapkan aksi nyata dalam mencegah perubahan iklim diberikan apresiasi berkala oleh KLHK. Tujuan akhir program ini tentu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan lokal sesuai wilayahnya.

Dasar utama ProKlim mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 84/2016. Aturan itu menyebut, ProKlim dapat berjalan mulai dari komunitas di tingkat rukun warga (RW) atau dusun hingga kelurahan atau desa.

Secara keseluruhan, ada ribuan lokasi yang terdaftar. Menurut Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK, Ruandha Sugardiman, ada 2.775 lokasi Kampung Iklim di tingkat RT hingga kelurahan di 33 provinsi Tanah Air pada 2020; menunjukan tingginya minat dan ketertarikan berbagai pihak.

Di sisi lain, total lokasi yang terdaftar dalam Sistem Registrasi Nasional (SRN) naik 4 kali lipat daripada 2015, dari 220 lokasi menjadi 813 lokasi. Hingga 2024, KLHK menargetkan memiliki 20 ribu Kampung Iklim.

Desa yang Berhasil
Pada akhir 2020, KLHK menghadiahkan Trofi Proklim Lestari kepada 6 Kampung Iklim dan Trofi Proklim Utama kepada 24 Kampung Iklim serta 309 lokasi Proklim yang dinilai sukses menjalankan program ini di tingkat tapak.

Tiga di antara penerima penghargaan tersebut merupakan desa bimbingan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan bagian dari APRIL Group, yakni Dusun Lubuk Pogang di Kabupaten Kampar; Desa Koto Benai di Kabupaten Kuantan Singingi; dan Dusun III Kampung Simpang Perak Jaya di Kabupaten Siak.

Community Development (CD) RAPP, Binahidra Logiardi mengatakan bahwa RAPP secara berkelanjutan terus mendukung upaya pemerintah pusat dan provinsi melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca.

"Tahun 2020 proklim binaan kami mendapatkan penghargaan atas program desa binaan yang dilakukan. Ini merupakan program lanjutan dari tahun sebelumnya. Sejak tahun 2018 hingga saat ini ada sebanyak 12 lokasi proklim binaan kami yang tersebar di sejumlah desa di 5 Kabupaten di Riau," ujarnya.


Proklim : Proklim RAPP tersebar di 3 kabupaten, seperti Dusun Lubuk Pogang di Kabupaten Kampar; Desa Koto Benai di Kabupaten Kuantan Singingi; dan Dusun III Kampung Simpang Perak Jaya di Kabupaten Siak.

Sebelumnya, salah satu desa yang dibina RAPP mendapatkan apresiasi serupa, yaitu Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Sejak dulu, masyarakat di desa ini sudah memiliki kesadaran terhadap lingkungan sejak lama. Namun, kegiatan-kegiatan adaptasi dan mitigasi yang dilakukan masyarakat di desa tersebut belum terarah dan tanpa perencanaan.

Bahkan, pada awalnya desa ini tidak serta-merta menerima implementasi Proklim di wilayah mereka. Mereka memandang kegiatan Proklim hanya menyita waktu dan merepotkan masyarakat. RAPP pun ditantang untuk mengubah pola pikir masyarakat untuk mau menerapkan program ini sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap perubahan iklim.

Perlahan, kegiatan Proklim yang dilakukan di Desa Gunung Sari membuahkan hasil. Kini, desa Gunung Sari mulai tertata dan lebih hijau karena penghijauan yang teratur serta peresapan air lebih mudah terjadi karena kegiatan pembuatan biopori.

Dampak positifnya, saat musim kemarau, masyarakat sudah mulai terhindar dari kekeringan dan sudah dapat memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Selain itu, masyarakat tidak lagi melakukan pembakaran lahan, rutin melakukan gotong royong untuk menjaga kebersihan desa, dan melakukan pengumpulan dan pemisahan sampah.

Saat ini, sampah organik dikumpulkan untuk dibuat kompos sederhana, sedangkan sampah plastik dikumpulkan untuk dimanfaatkan kembali menjadi barang yang berguna atau dijual. Bahkan, ada anggota masyarakat yang memanfaatkan kotoran sapi menjadi biogas dan pupuk kompos untuk tanaman pertanian.

Dalam kegiatan Proklim ini, RAPP memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana seperti sarana produksi, bantuan infrastruktur rumah bibit, pembuatan biogas, hingga penghijauan. Selain itu, RAPP juga mendampingi masyarakat untuk melaksanakan kegiatan secara terencana dan menata pembukuan, mendorong masyakarat untuk pengurusan legalitas, serta pembinaan dalam melakukan kegiatan-kegiatan peningkatan pendapatan melalui budi daya pertanian, peternakan, dan perikanan.

Pembinaan yang dilakukan RAPP merupakan salah satu upaya swasta dalam mendukung program pemerintah demi mencapai target pengurangan perubahan iklim untuk menciptakan bumi yang lebih baik untuk kelangsungan generasi mendatang. (rilis)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA LAINNYA    
IlustrasiTerus Naik, Harga TBS Sawit Riau Tembusan Rp2.643/Kg
Rapat Paripurna DPRD Inhu.Rapat Paripurna DPRD Inhu, Bupati Sampaikan Pidato Pertamanya
Telkomsel dan Gojek kembali melanjutkan kolaborasi dengan menghadirkan Paket Data Telkomsel khusus bagi mitra UMKM GoFood.Sinergi Telkomsel dan Gojek Terus Perkuat Produktivitas Mitra UMKM Hadapi Pandemi
Walikota Dumai H Paisal membagikan masker kepada PKL di Jalan Sukajadi Dumai baru-baru ini.
Walikota Dumai Keluarkan Surat Edaran PPKM Level 3, Mulai Berlaku Hari Ini
Petugas berjaga saat pemberlakuan One Way di Selatpanjang Dishub Kepulauan Meranti Hentikan Pemberlakuan One Way di Selatpanjang
  Gubernur Riau H Syamsuar (tengah) ketika melakukan peninjaun jalan yang rusak di sejumlah daerah di Riau.Gubri Peringatkan Truk Over Kapasitas Tak Lintasi Jalan Provinsi
Foto: DetikTimnas Jerman Tolak Pakai Seragam Mini, Lawan Seksualisasi Olahraga Senam
IlustrasiSaat Terpapar Covid-19 di Hari Keberapa Hilang Penciuman? Berapa Lama Terjadinya?
IlustrasiButuh Booster, Antibodi Sinovac Memudar 6 Bulan
Kapolda Riau resmikan pembukaan Diktukba Polri.Diktukba Polri Resmi Dibuka, Kapolda Riau: Bentuk Ketrampilan, Pikiran dan Sikap Polri Sejati
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Peserta Antusias Vaksinasi di Balai PPW Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved