www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Kapolri Ingatkan Ancaman Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Natal dan Tahun Baru
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
BPJS Kesehatan Ditolak, Pasien KIS Ini Kecewa Pelayanan di RS Amelia Medika Pangkalankerinci
Selasa, 09 Juni 2020 - 10:58:18 WIB
 Pasien Sunarti hanya tergolek pasrah di mobil ambulance yang membawanya kembali ke desanya, setelah BPJS kesehatan miliknya tak bisa dipergunakan dengan alasan tak masuk akal. FOTO: Andy Indrayanto
Pasien Sunarti hanya tergolek pasrah di mobil ambulance yang membawanya kembali ke desanya, setelah BPJS kesehatan miliknya tak bisa dipergunakan dengan alasan tak masuk akal. FOTO: Andy Indrayanto

PELALAWAN - Malang benar nasib warga Desa Sialang Indah, Warkam (59). Panik mendapati istrinya, Sunarti (47), pingsan karena tak kuat menahan sakit akibat penyakit jantung, dia meminta bantuan Kepala Dusun (Kadus) Sialang Indah, Dody, untuk mengantarkannya ke Rumah Sakit Amelia Medika, Pangkalankerinci, dengan ambulance dari Puskesmas pada Senin kemarin (8/6/2020).

Tak dinyana, di Rumah Sakit Amelia Medika, Warkam yang panik meihat kondisi istrinya terpaksa harus balik kanan, karena
perkataan penjaga di bagian Pendaftaran yang mengatakan bahwa BPJS-nya tak bisa dipergunakan sebelum 6-7 hari pasca kontrol terakhir atau menunggu waktu kontrol yang telah ditetapkan.

"Itu, Bang, yang kami bikin kecewa," katanya. "Padahal kami tiba di RS Amelia Medika jam 09.00 WIB pagi, kemudian diperiksa oleh dokter di UGD, kami mengharapkan untuk dirujuk ke Poli Penyakit Dalam. Tapi karena harus punya rujukan dari Puskesmas Pangkalankuras, kami kontak lagi orang Puskesmas dan katanya surat rujukan tersebut sudah dikirim via online, dan bagian pendaftaran pun mengatakan hal seperti itu. Tapi sampai jam 2 siang, kami belum dipanggil ke Poli Penyakit Dalam untuk mendapatkan perawatan. Saat kami tanyakan ke pendaftaran atau ke bagian pelayanan, salah satu dari mereka mengatakan kalau kami tak bisa dirujuk ke Poli Penyakit Dalam untuk mendapatkan perawatan karena BPJS kami belum sampai 6-7 hari tenggat waktunya dari dipergunakan terakhir kali. Jadi kalau mau berobat, harus memakai uang pribadi," jelas Warkam pada media ini didampingi Kadus Dody, Senin (8/6/2020), yang mengantarkan keluarga Warkam ke Amelia Medika.

Dody yang ikut mendampingi keluarga Warkam tak urung ikut kesal mendengar jawaban dari petugas pendaftaran. Bahkan dia berkali-kali menegaskan ke karyawan di bagian pendaftaran itu, apakah ucapannya yang menyatakan bahwa BPJS tidak bisa dilayani atau dipergunakan selama 6-7 hari itu bisa dipertanggungjawabkan? Penjaga di bagian Pendaftaran itu, katanya, mau mempertanggungjawabkan apa yang telah diucapkannya.

"Seumur-umur saya baru tahu kalau BPJS tidak bisa dipergunakan selama 6-7 hari dari kontrol pasien yang terakhir. Kami kemudian dengan pasien dan keluarganya mendatangi BPJS Kesehatan dan menanyakan hal tersebut. Tapi orang BPJS mengatakan bahwa tak ada aturan seperti itu bahkan orang BPJS itu menelpon langsung ke Amelia Medika tapi sayangnya saat itu Poli Penyakit Dalam sudah tutup," ujar Dody yang begitu kesal dengan perlakuan oknum karyawan RS Amelia Medika yang buat statement tak masuk akal itu.

Dia mengaku sampai 'bertekak mulut' dengan oknum karyawan di bagian Pendaftaran itu. Dirinya tak habis pikir, bagaimana bisa pasien yang memiliki Kartu KIS dan berobat dengan BPJS malah ditolak oleh RS Amelia Medika, bahkan disuruh untuk membayar pakai dana pribadi.

"Pasien yang saya bawa ini keluarga tak mampu. Mereka hanya mengandalkan Kartu KIS dan BPJS saja, kami disuruh membawa pasien ini saja atas saran dari perawat di Puskesmas melihat kondisi Bu Sunarti yang pingsan pada saat kami bawa karena sesak menahan sakit di dada," tandasnya.

Terpisah, Direktur Pelayanan Rumah Sakit Amelia Media, Dr Mujahidin, dikonfirmasi soal ini di kantornya mengaku bahwa dia memang menerima pasien atas nama Sunarti dan dia juga yang melakukan observasi di ruang IGD. Katanya, pasien Sunarti tersebut karena tidak terlalu gawat maka oleh pihak rumah sakit hanya dilakukan observasi saja serta disarankan untuk meminum obat yang berasal dari RS Efarina.

"Jadi pasien Sunarti memang memiliki riwayat penyakit jantung, dan sebelumnya dirawat di RS Efarina. Ketika di IGD karena tidak terlalu emergency maka kami observasi dan menyarankan untuk meminum obat yang berasal dari RS Efarina," ujarnya.

Saat disinggung soal pernyataan oknum karyawan di RS Efarina yang mengatakan bahwa BPJS pasien tak bisa dipergunakan atau dilayani selama 6-7 hari atau baru bisa dilayani pada saat kontrol, Mujahidin justru tak mengetahui hal ini. Dia berjanji akan mengkonfirmasi lagi soal siapa oknum karyawan RS Amelia Medika yang buat pernyataan 'nyeleneh' itu.

"Setelah saya cek tadi di bagian pendaftaran, pasien Sunarti tak ada memberikan surat rujukannya ke petugas makanya tidak ada pendaftaran untuk poli rawat jalannya, itu mungkin yang jadi penyebabnya. Tapi kalau soal pernyataan BPJS Kesehatan tak bisa dipergunakan setelah 6-7 hari, saya akan cari tahu siapa yang membuat statement pernyataan itu," tandasnya.

Penulis: Andy Indrayanto
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Kapolri Ingatkan Ancaman Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Natal dan Tahun Baru
Sukmawati Soekarnoputri Sukmawati Sebut Sukarno Tak Paksakan Anak Pilih Agama
(Istimewa)Dekranasda Kota Bukittinggi Kunjungan Studi Komparatif ke Siak
Walikota Pekanbaru FirdausIndikator Vaksinasi Sudah Terpenuhi, Pekanbaru Segera PPKM Level 1
Camat Langgam, Saparudin G saat simbolik penyerahan reward DBA Asian Agri, kepada Kades Segati, Muhaimin disaksikan Ketua MPA Desa Segati, Agustus Alamsyah dan Manager Program DBA Asian Agri, Hafiz Hazalin SinagaDesa Binaan Asian Agri Raih Reward Desa Bebas Api
  IstimewaDiksar Menwa UNS yang Tewaskan Mahasiswa Ternyata Tanpa Rekomendasi Satgas Covid-19
Penanda tanganan kerja sama APROBI dengan Universitas Politeknik LPP YogyakartaAkreditasi Edukasi Kelapa Sawit, Apical Group Kolaborasi dengan Politeknik LPP Yogyakarta
Asisten III Setda Rohul membuka pelatihan bagi qori-qoriah Rohul yang akan betanding di MTQ ke-39 Pelalawan.
Rohul Targetkan Juara Umum di MTQ Riau ke-39
Asisten I Setdaprov Riau, Jenri Salmon GintingPemprov Riau Gelar Pertemuan dengan Dunia Usaha Bahas Program CSR
(Foto: istimewa)Pemprov Riau Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Polresta Pekanbaru Terbakar!
 
 
 
 
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved