PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menggelar gotong royong dan penanaman pohon serentak di 15 kecamatan, Selasa (13/10/2026), untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Namun, keberhasilan gerakan lingkungan ini tidak cukup diukur dari ramainya peserta, melainkan juga dari konsistensi menjaga kebersihan dan merawat pohon yang ditanam.
Kegiatan yang digagas Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Pekanbaru itu melibatkan ratusan pemuda dan masyarakat.
Aksi tersebut mencakup pembersihan lingkungan hingga penghijauan di sejumlah kawasan kota.
Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar mengikuti kegiatan di Kelurahan Sago, Kecamatan Senapelan.
Ia berharap keterlibatan pemuda tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kepedulian berkelanjutan terhadap lingkungan.
“Kita berharap semakin banyak pemuda yang bergerak dan peduli terhadap lingkungan. Tidak hanya memikirkan masa depan diri sendiri, tetapi juga ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kota Pekanbaru,” ujar Markarius.
Kadispora Pekanbaru, Yuliarso mengatakan, kegiatan serentak tersebut bertujuan membangkitkan kembali partisipasi pemuda dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya Pekanbaru yang bersih, sehat, tertata, dan nyaman.
“Bertepatan dengan bulan Sumpah Pemuda, kami ingin membangkitkan kembali semangat pemuda agar lebih peduli terhadap lingkungan," kata Yuliarso.
"Alhamdulillah, seluruh 15 kecamatan melaksanakan gotong royong dan penghijauan secara serentak,” tambahnya.
Di Kecamatan Payung Sekaki, kegiatan melibatkan ratusan pemuda dari berbagai organisasi, termasuk Pramuka, Pemuda Pancasila, dan komunitas pemuda kreatif.
Plt Camat Payung Sekaki, Abdullah mengatakan, aksi penghijauan dilakukan di sepanjang Jalan Payung Sekaki.
Penanaman pohon kembali dilakukan setelah pohon-pohon sebelumnya dipindahkan ketika pembangunan jalan berlangsung.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Kami melanjutkan gotong royong dan penanaman pohon di sekitar Jalan Payung Sekaki," ucap Abdullah.
"Sebelumnya, kawasan ini memiliki pohon yang dipindahkan saat pembangunan jalan, sehingga sekarang kami melakukan penanaman kembali,” sambungnya.
Gerakan serentak di 15 kecamatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kepedulian lingkungan.
Namun, dampaknya akan sangat bergantung pada tindak lanjut pemerintah dan masyarakat setelah kegiatan berakhir.
Penanaman pohon perlu disertai pemeliharaan, pemantauan pertumbuhan, dan penggantian tanaman yang mati.
Demikian pula, kegiatan kebersihan membutuhkan partisipasi rutin agar sampah tidak kembali menumpuk.
Momentum Sumpah Pemuda pun dapat menjadi dorongan untuk membangun keterlibatan generasi muda dalam program lingkungan yang terukur dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat.