www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Unri Terapkan Kuliah Online dan WFH
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Udara Pekanbaru Level Berbahaya, PJJ PAUD-SMP Diperpanjang hingga Sabtu
Rabu, 07 Oktober 2026 - 17:30:51 WIB
PJJ di Pekanbaru diperpanjang hingga 10 Oktober 2026.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)
PJJ di Pekanbaru diperpanjang hingga 10 Oktober 2026.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)

PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh peserta didik jenjang PAUD hingga SMP sampai Sabtu (10/10/2026).

Keputusan ini diambil setelah kualitas udara di Kota Pekanbaru memburuk hingga mencapai kategori berbahaya.

Keputusan tersebut tidak semata berkaitan dengan aktivitas sekolah, tetapi juga menjadi respons atas meningkatnya dampak kesehatan akibat paparan kabut asap.

Pemko Pekanbaru mencatat lebih dari 10.000 warga mengalami berbagai keluhan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi udara.

Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar mengatakan, keputusan memperpanjang PJJ diambil setelah pemerintah mengevaluasi sejumlah parameter kualitas udara yang dipantau bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

Menurutnya, tiga parameter yang menjadi dasar pemantauan sama-sama menunjukkan kualitas udara dalam kondisi sangat tidak sehat.

Bahkan, kondisi tersebut sempat memburuk hingga masuk kategori berbahaya pada Rabu (7/10/2026) siang.

"Kondisi udara kita di Pekanbaru hari ini dalam kondisi sangat tidak sehat, dan ada tiga parameter, tiga-tiganya menunjukkan kondisi sangat tidak sehat. Dan tadi jam 13.00 WIB itu sampai ke posisi berbahaya," kata Markarius Anwar, Rabu (7/10/2026).

Situasi ini menjadi perhatian serius karena dampak paparan asap mulai terlihat pada meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Keluhan yang muncul tidak hanya berupa gangguan pernapasan, tetapi juga iritasi hingga pneumonia.

Markarius menyebut jumlah warga yang telah terdampak mencapai lebih dari 10.000 orang. Sementara itu, kunjungan pasien akibat gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan asap juga terus meningkat.

"Yang sudah terpapar sampai hari ini sudah lebih 10.000 orang ya yang terkait dengan asap ini, asma, ISPA, iritasi, pneumonia. Kemudian yang tertinggi kemarin 7 Oktober itu, pasien kita terkait dengan hal ini 374," ujar Markarius.

Dengan kondisi udara yang belum aman, Pemko Pekanbaru memilih mengurangi aktivitas anak-anak di ruang terbuka melalui perpanjangan PJJ.

Kebijakan tersebut berlaku bagi peserta didik mulai tingkat PAUD hingga SMP. Selama masa tersebut, sekolah diminta menyesuaikan kegiatan pembelajaran agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa meningkatkan risiko siswa terpapar polusi udara di luar ruangan.

"Yang pertama, kita akan melanjutkan pembelajaran jarak jauh, lanjutannya selanjutnya sampai hari Sabtu," jelas Markarius.

Perpanjangan PJJ sekaligus menunjukkan bahwa persoalan kabut asap di Pekanbaru tidak lagi hanya menyangkut kualitas lingkungan.

Ketika kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya dan ribuan warga mengalami gangguan kesehatan, dampaknya sudah merambah langsung ke sektor pendidikan dan kehidupan masyarakat.

Pemko Pekanbaru akan kembali mengevaluasi kebijakan tersebut pada Minggu (11/10/2026). Evaluasi akan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara, kondisi cuaca serta peluang hujan yang diprakirakan BMKG turun pada Sabtu.

Jika kualitas udara belum menunjukkan perbaikan yang signifikan, pemerintah harus kembali mempertimbangkan langkah perlindungan bagi kelompok rentan, khususnya anak-anak yang memiliki risiko lebih tinggi ketika terpapar polusi udara dalam kondisi buruk.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi Unri menerapkan kuliah daring selama dua hari akibat kualitas udara yang memburuk di Pekanbaru (foto/int)Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Unri Terapkan Kuliah Online dan WFH
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/gemini AI/halloriau.com)Hotspot Sumatera Tembus 3.000 Titik Rabu Sore, Ini Sebaran di Riau
APTISI tawarkan solusi pembiayaan pendidikan tinggi yang berkeadilan (foto/ist)APTISI Tawarkan Solusi Pembiayaan Pendidikan Tinggi yang Berkeadilan
Lapas Bagansiapiapi dan Kejari Rohil bahas percepatan eksekusi putusan.(foto: afrizal/halloriau.com)Selaraskan Data Tahanan, Lapas Bagansiapiapi dan Kejari Rohil Percepat Proses Eksekusi
Sejumlah eks pekerja PT Vadhana mengadu ke Disnaker Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Gaji Hanya Dibayar Separuh, 770 Eks Pekerja PT Vadhana Mengadu ke Disnaker Rohil
  ist.UIR Kian Diperhitungkan, Peringkat Dunia dan Nasional Terus Menanjak
ist.UIR Cetak Sejarah Baru, Program Kedokteran Gigi dan Profesi Resmi Dibuka
PJJ di Pekanbaru diperpanjang hingga 10 Oktober 2026.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Udara Pekanbaru Level Berbahaya, PJJ PAUD-SMP Diperpanjang hingga Sabtu
GERAM desak DPRD Pekanbaru panggil manajemen MP Club.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Bongkar Berbagai Pelanggaran THM, GERAM Desak DPRD Pekanbaru Panggil Manajemen MP Club
Pemprov Riau siapkan tim pengawasan Bahasa Indonesia di ruang publik (foto/int)Perkuat Bahasa Indonesia di Ruang Publik, Pemprov Riau Segera Bentuk Tim Kerja
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved