www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Cabai Makin Mahal, Pemko Pekanbaru Kejar Subsidi Transportasi dari Bapanas
Selasa, 06 Oktober 2026 - 21:25:06 WIB
Harga cabai merah di Pekanbaru melonjak.(ilustrasi/AI/halloriau.com)
Harga cabai merah di Pekanbaru melonjak.(ilustrasi/AI/halloriau.com)

PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai membidik persoalan distribusi sebagai titik intervensi untuk meredam kenaikan harga cabai yang terjadi akibat pasokan terbatas.

Pemko tidak mengusulkan subsidi langsung terhadap harga cabai. Sebaliknya, pemerintah daerah tengah menyiapkan pengajuan kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas) agar biaya transportasi cabai dari sentra produksi menuju Pekanbaru dapat ditanggung pemerintah pusat.

Skema tersebut dinilai lebih realistis untuk menekan harga di tingkat konsumen, terutama ketika kenaikan harga tidak semata-mata terjadi di pasar Pekanbaru, tetapi juga dipengaruhi terbatasnya pasokan dan tingginya biaya distribusi dari daerah penghasil.

Sekdako Pekanbaru, Zulhelmi Arifin mengatakan, Dinas Ketahanan Pangan saat ini sedang menghitung dan memastikan kebutuhan cabai di Pekanbaru. Data itu akan menjadi dasar pengajuan dukungan transportasi kepada Bapanas.

"Kita juga sudah rapatkan tadi pagi. Teman-teman dari Dinas Ketahanan Pangan sedang memastikan kebutuhan-kebutuhannya untuk bisa nanti mengajukan kepada Bapanas agar bisa dilakukan subsidi transportasi dari daerah penghasil ke Kota Pekanbaru," kata Zulhelmi, Selasa (6/10/2026).

Zulhelmi menegaskan, intervensi yang disiapkan bukan dalam bentuk subsidi langsung terhadap komoditas cabai.

Pemerintah berupaya mengurangi salah satu komponen biaya yang melekat pada harga jual, yakni ongkos pengangkutan dari sentra produksi ke pasar Pekanbaru.

"Bukan subsidi. Artinya nanti intervensinya melalui seluruh pembiayaan transportasi ditanggung oleh Bapanas. Itu bisa dilakukan sehingga intervensi harga terkait transportasi tadi akan memurahkan biaya mereka untuk bisa jual," ujarnya.

Kebijakan tersebut menjadi penting karena cabai merupakan komoditas pangan yang sangat sensitif terhadap perubahan pasokan.

Ketika pasokan dari sentra produksi berkurang, sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi, harga di pasar dengan cepat mengalami tekanan.

Karena itu, menekan biaya logistik diharapkan dapat mencegah kenaikan harga semakin besar ketika cabai didatangkan dari luar daerah.

Pemko Pekanbaru juga menyiapkan opsi lain dengan memanfaatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk membeli cabai langsung dari daerah penghasil.

Langkah tersebut berpotensi memangkas rantai distribusi apabila BUMD mampu memperoleh komoditas langsung dari sumber produksi dengan harga yang lebih kompetitif.

Zulhelmi memberikan gambaran, apabila cabai dapat diperoleh dari daerah asal dengan harga Rp60.000 per kilogram, maka intervensi transportasi diharapkan membuat harga tersebut tetap dapat dipertahankan ketika komoditas tiba di Pekanbaru.

"Contohnya ketika nanti kita lakukan pembelian di daerah asal katakanlah Rp60.000, sampai ke sini juga bisa jual di harga Rp60.000 melalui BUMD kita nanti, insya Allah," jelasnya.

Namun, efektivitas skema tersebut tetap bergantung pada kemampuan pemerintah memastikan pasokan tersedia secara berkelanjutan.

Subsidi ongkos angkut hanya akan membantu dari sisi biaya distribusi. Jika pasokan dari sentra produksi tetap terbatas, tekanan harga berpotensi kembali muncul.

Selain mengintervensi biaya logistik, Pemko Pekanbaru masih mengandalkan faktor pasokan untuk mengembalikan harga cabai ke level yang lebih terkendali.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pekanbaru berharap produksi dari daerah penghasil meningkat dalam waktu dekat.

Salah satu daerah yang menjadi perhatian adalah Aceh yang diperkirakan memasuki masa panen raya pada Oktober 2026.

"Harapan kita, insyaallah dari Aceh akan ada panen raya di bulan ini. Insya Allah harga cabai juga akan bisa dikendalikan," kata Zulhelmi.

Jika panen raya berlangsung sesuai perkiraan, tambahan pasokan dari Aceh dapat menjadi penyangga kebutuhan cabai di Pekanbaru.

Kondisi itu berpotensi mengurangi tekanan harga yang saat ini muncul akibat ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan.

Zulhelmi menjelaskan, persoalan harga pada dasarnya kembali pada hukum dasar pasar. Ketika pasokan terbatas sementara kebutuhan tetap tinggi, harga akan terdorong naik.

"Ketika suplainya banyak, maka demand-nya juga akan mencukupi. Kalau sekarang suplainya sedikit, demand meningkat, makanya harganya meningkat cukup tinggi," pungkasnya.

Sumber: pekanbaru.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin meninjau kesiapan personel Satlantas Polres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Bukan Sekadar Tilang, Ini Fokus Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 di Pelalawan
Tim FP GCN RPP melakukan pelatihan cara penggunaan dan jenis-jenis APAR serta pembuatan jalur evakuasi darurat kepada Tenaga Pengajar dan Peserta Didik SDN 02 Desa Kudap.GCN Latih Guru SDN 02 Kudap Gunakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran
  Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(foto: infografis/halloriau.com)Hujan Seharian, Riau Nihil Hotspot! BMKG Catat 108 Titik Panas di Sumatera Sore Ini
Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa diikuti 32.214 bikers dari seluruh Indonesia. 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan dalam Honda Bikers Day 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved