PEKANBARU - Kebiasaan buruk membakar sampah rumah tangga di pekarangan kini tak lagi sekadar masalah polusi udara skala kecil, melainkan ancaman serius pemicu kebakaran lahan di Kota Pekanbaru.
Menanggapi potensi bahaya tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru resmi menerjunkan Tim Penegakan Hukum (Gakkum) untuk menindak tegas warga yang nekat membakar sampah di kawasan pemukiman.
Langkah represif terukur ini diambil sebagai bentuk penegakan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah sekaligus strategi antisipasi dini mencegah timbulnya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap mengintai wilayah Riau.
Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra menegaskan, fase imbauan lembut kini memasuki tahap peringatan keras sebelum tindakan penalti hukum penuh diberlakukan di lapangan.
"Untuk saat ini kami masih memberi peringatan kepada warga yang kedapatan membakar sampah," tegas Reza Aulia Putra, Sabtu (19/9/2026).
Berdasarkan pemetaan DLHK, mayoritas pelanggaran bukan dilakukan oleh pihak luar, melainkan pemilik rumah yang membakar limbah domestiknya sendiri di pekarangan.
Pola ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah organik secara produktif.
"Jadi mereka membakar sampah mereka sendiri, bukan orang yang membakar sampah dari tempat lain," ujar Reza.
Sorotan kritis tertuju pada pembakaran sampah dedaunan kering yang sebenarnya memiliki nilai guna tinggi bagi kesuburan tanah.
DLHK mendorong perubahan pola pikir warga agar beralih dari metode pembakaran destruktif menuju metode pengomposan mandiri di pekarangan rumah atau memanfaatkan jasa pengangkutan resmi.
"Jadi warga bisa menggali tanah di halaman rumahnya, lalu masukkan sampah daun ke dalamnya. Itu bisa menjadi kompos," jelasnya.
Selain solusi mandiri, Pemko Pekanbaru telah menyediakan jalur distribusi limbah melalui Lembaga Pengangkutan Sampah (LPS) yang siap melayani pengangkutan limbah pekarangan hingga ranting kayu.
"Jadi kami mengimbau warga untuk tidak lagi membakar sampah, jangan sampai memicu kebakaran lahan," tandasnya.