PEKANBARU - Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terpantau pada Selasa (15/9/2026) siang semakin tebal dan menganggu jarak pandang.
Memburuknya kualitas udara saat ini dikhawatirkan akan berdampak besar bagi kesehatan masyarakat dan anak-anak yang saat ini masih melakukan pembelajaran di sekolah.
Bahkan cukup disayangkan, meski kegiatan sekolah dilakukan secara terbatas dan dipulangkan lebih awal, dilapangan masih banyak anak-anak tingkat sekolah SD dan SMP di Pekanbaru yang terpantau tidak menggunakan masker saat jam pulang sekolah.
"Untuk di Kartama ini ada dua sekolah ada SD dan SMP dan sepanjang saya lewat tadi masih minim anak-anak ang menggunakan masker saat jam pulang sekolah. Padahal kalau dilihat saat ini kabut asap makin tebal dan tentunya sangat tidak baik untuk kesehatan,"Ungkap Risma salah seorang warga.
Menurut Risma, kondisi kabut asap akan semakin tebal saat siang hingga menjelang sore dan malam hari.
"Kalau kemaren itu makin sore makin tebal asapnya. Saya khawatir jika kondisi kabut asap dan kualitas udara makin memburuk ada banyak orang yang terdampak dan terkena ISPA,"Ungkap Risma
Untuk aktivitas pendidikan di Kota Pekanbaru, Risma berharap sebaiknya dilakukan secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
"Memang kalau lebih optimalnya pembelajaran dilakukan secara langsung tatap muka, tetapi dengan kondisi yang ada saat ini memang sebaiknya PJJ aja, walau kita juga harus ikut kerja ekstra melakukan pengawasan pembelajaran dirumah dan memastikan anak-anak tidak malah keluyuran diluar rumah," Ungkap Risma.