www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Latihan Intensif di Alcarràs, Veda Ega Optimistis Tampil Kompetitif di Moto3 Jerman
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


129 Karya dari 24 Seniman
Artists–Art Fair Pekanbaru 2026 Hadirkan Format Baru, Seniman Langsung Bertemu Kolektor
Jumat, 26 Juni 2026 - 13:53:26 WIB
Yuki Calista, seniman termuda yang meramaikan Artists–Art Fair Pekanbaru 2026 di Museum Sang Nila Utama di Jalan Jenderal Sudirman (foto/riki)
Yuki Calista, seniman termuda yang meramaikan Artists–Art Fair Pekanbaru 2026 di Museum Sang Nila Utama di Jalan Jenderal Sudirman (foto/riki)

PEKANBARU – Museum Sang Nila Utama di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, bersiap menjadi ruang pertemuan antara seniman, kolektor, dan pecinta seni dalam gelaran Artists–Art Fair Pekanbaru 2026. Sebanyak 129 karya seni rupa dari 24 seniman akan dipamerkan di 11 bilik pameran selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Juni 2026.

Perhelatan ini menghadirkan konsep berbeda dari pameran seni pada umumnya. Alih-alih mengandalkan galeri sebagai perantara, Artists–Art Fair Pekanbaru menempatkan seniman sebagai aktor utama yang berhadapan langsung dengan pengunjung dan calon kolektor di bilik pameran masing-masing.

Konsep tersebut menjadi upaya menghadirkan format baru dalam ekosistem seni rupa kontemporer, di mana seniman tidak hanya memamerkan karya, tetapi juga mengelola presentasi, kurasi, hingga membangun komunikasi langsung dengan publik.

Perumus konsep Artists–Art Fair Pekanbaru, Fachrozi Amri, mengatakan gagasan itu lahir dari proses riset panjang yang berawal dari diskusi sederhana di kedai kopi.

“Kami coba menerobos cara baru dengan membuat formula di mana para pemilik gagasan punya peran penting terhadap karya mereka sendiri,” ujarnya.

Menurut Amri, pameran ini mengusung dua format utama, yakni artist individual booth dan solo individu yang diyakini belum memiliki padanan dalam lanskap pameran seni rupa di Indonesia.

Konsep tersebut kemudian diajukan ke program Dana Indonesiana yang bekerja sama dengan LPDP. Proposal itu diterima dan menjadi dasar penyelenggaraan uji coba art fair berbasis seniman pertama di Pulau Sumatera.

“Kami sadar ini adalah uji coba dengan format yang kami klaim sendiri,” kata Amri.

Ia menegaskan, apabila ke depan terdapat penelitian lanjutan mengenai metodologi tersebut, seluruh proses akan dievaluasi secara terbuka.

Artists–Art Fair Pekanbaru 2026 merupakan penerima dukungan Dana Hibah Kebudayaan Dana Indonesiana 2025 Kementerian Kebudayaan RI melalui program pendayagunaan ruang publik subproduk/teknologi.

Artistic Director Artists–Art Fair Pekanbaru, Ade, menilai Pekanbaru memiliki modal sejarah yang kuat sebagai kota bandar yang sejak dahulu menjadi pusat perdagangan. Karakter itu dinilai relevan untuk membangkitkan kembali pasar seni di daerah.

“Senimannya banyak, tapi tempat untuk memasarkan karya sangat kurang. Kita ingin membangkitkan ruh Pekanbaru sebagai bandar, apalagi di usia dua abad lebih tentu semakin memperkuat akar sejarahnya,” katanya.

Pameran ini juga mengusung prinsip kesetaraan antarseniman. Tidak ada pengelompokan berdasarkan usia maupun pengalaman. Peserta termuda bahkan berusia sembilan tahun, Yuki Calista, yang menampilkan karya-karya hasil eksplorasi imajinasi dari mimpinya.

Meski masih anak-anak, Yuki tidak diberi label khusus sebagai seniman cilik. Posisi dan ruang pamerannya disetarakan dengan seluruh peserta lainnya.

Seluruh seniman mengajukan proposal secara mandiri, mengkurasi karya, merancang tata letak bilik, hingga menentukan karya utama yang ingin dipresentasikan kepada publik.

Ragam medium yang ditampilkan pun cukup luas, mulai dari lukisan di atas kanvas, kain, media campuran, hingga instalasi interaktif. Pengunjung tidak hanya menikmati karya, tetapi juga dapat berdialog langsung dengan para seniman untuk memahami ide, proses kreatif, dan pesan di balik setiap karya.

Interaksi tersebut menjadi inti dari program "Bertemu Seniman di Bilik" yang dirancang sebagai pengalaman utama dalam pameran.

Menariknya, pembukaan pameran juga dirancang berbeda. Kolektor menjadi tamu pertama yang akan memasuki ruang pameran.

“Yang akan membuka acara adalah kolektor yang akan membeli karya,” ujar Ade.

Panitia menjual tiket secara daring melalui platform artatix.co.id dengan harga Rp35.000. Penjualan tiket hanya dilakukan secara online dan hingga sepekan menjelang pembukaan menunjukkan tren yang terus meningkat.

Partisipasi seniman juga datang dari berbagai daerah, tidak hanya Pekanbaru, tetapi juga Jambi dan Yogyakarta, sebagai upaya memperluas jejaring seni rupa lintas wilayah.

Selain menjadi ruang transaksi karya seni, Artists–Art Fair Pekanbaru juga diharapkan menjadi wadah kolaborasi, pertukaran gagasan, sekaligus memperkuat hubungan antara seniman dengan masyarakat.

Fachrozi bahkan meyakini format yang diusung memiliki potensi berkembang lebih luas di tingkat regional.

“Kalau sekarang memang masih individual artisnya, tapi ke depan kami melihat peluang yang lebih luas,” ucapnya.

Melalui konsep yang menempatkan seniman sebagai pusat ekosistem, Artists–Art Fair Pekanbaru mencoba menawarkan model baru yang berpotensi menjadi referensi bagi penyelenggaraan art fair di Asia Tenggara, sekaligus menguji apakah pendekatan berbasis seniman mampu menjadi arus baru dalam industri seni rupa global.

Editor: Riki


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Veda Ega.(foto: int)Latihan Intensif di Alcarràs, Veda Ega Optimistis Tampil Kompetitif di Moto3 Jerman
Bonus atlet Riau segera cair.(ilustrasi/int)Bonus Atlet Riau Segera Cair? Pemprov Pastikan SK Sudah Terbit, Tinggal Tahap Administrasi
Toyota LC 300 GR Sport untuk suap jabatan Sekdakab Kuansing diangkut KPK.(foto: tribunpekanbaru.com)Disembunyikan ke Pematangsiantar, KPK Sita LC Senilai Rp2 Miliar untuk Suap Jabatan Sekda Kuansing
Waste station di Pekanbaru.(foto: int)Jangan Buang Sembarangan Lagi, Warga Pekanbaru Kini Bisa Tukar Sampah Jadi Uang Elektronik
Buaya serang nelayan di Rohil.(ilustrasi/int)Nelayan Rohil Diserang Buaya saat Pasang Pukat di Kuala Jabon
  Sengketa tanah ulayat di Tenayan Raya.(ilustrasi/int)Pansus DPRD Riau Dalami Dugaan Mafia Tanah di Tenayan, Masyarakat Adat Minta Perlindungan
Bupati Kuansing nonaktif, Suhardiman Amby dan Sekdakab Kuansing, Zulkarnain mengenakan rompi orange KPK.(foto: int)Bisa Nyuap Pakai LC Senilai Rp2 Miliar, Ternyata Segini Penghasilan Bulanan Sebagai Sekda Kuansing
Waduk PLTA Koto Panjang di XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.(foto: int)Meski Terik di Siang Hari, BPBD Kampar Pastikan Kondisi Belum Mengarah ke El Nino
Asisten I Setdaprov Riau sekaligus Pengawas BAZNAS Riau, Zulkifli Syukur.(foto: mcr)Zakat Tak Lagi Sekadar Bantuan, Pemprov Riau Dorong Program Pemberdayaan Ekonomi
BPMP Riau libatkan 44 pengawas sekolah di Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Gandeng Pemkab Rohil, BPMP Riau Dorong Pengawas Sekolah Jadi Mitra Strategis Pendidikan
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved