PEKANBARU - Antusiasme masyarakat mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP di Kota Pekanbaru terlihat tinggi sejak hari pertama pembukaan pendaftaran pada Senin (22/6/2026).
Ribuan calon peserta didik tercatat telah mendaftarkan diri melalui berbagai jalur yang disediakan oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.
Data terbaru dari sistem pendaftaran online menunjukkan bahwa jalur domisili menjadi pilihan utama masyarakat.
Hingga Senin siang, jumlah pendaftar pada jalur tersebut telah mencapai 4.127 siswa atau sekitar 54 persen dari total kuota yang tersedia.
Tingginya angka pendaftaran pada hari pertama mengindikasikan besarnya minat masyarakat untuk mendapatkan kursi di sekolah negeri yang berada dekat dengan tempat tinggal mereka.
Selain jalur domisili, jalur afirmasi juga mencatat jumlah pendaftar yang cukup signifikan.
Sebanyak 732 calon siswa telah mendaftar melalui jalur tersebut, atau setara 23 persen dari kuota yang disediakan.
Sementara itu, jalur prestasi akademik berbasis nilai rapor turut menunjukkan minat yang cukup tinggi dengan 523 pendaftar atau sekitar 34 persen dari kuota.
Di sisi lain, jalur prestasi nonakademik telah diikuti oleh 171 peserta atau 7 persen dari kapasitas yang tersedia.
Untuk jalur mutasi, jumlah pendaftar masih relatif rendah yakni 53 orang atau sekitar 6 persen dari kuota.
Sedangkan jalur prestasi akademik berdasarkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) baru mencatat 11 pendaftar atau sekitar 3 persen dari kuota.
Di tengah tingginya trafik akses ke portal pendaftaran, sejumlah orang tua calon siswa mengaku mengalami hambatan saat mencoba masuk ke akun masing-masing.
Salah seorang wali murid, Riswan mengungkapkan, dirinya belum berhasil mengakses sistem hingga siang hari karena mengalami kendala pada proses masuk akun.
"Belum bisa masuk mendaftar sampai siang. Saat login muncul keterangan bahwa password tidak sesuai," ujarnya.
Keluhan serupa juga ramai disampaikan melalui berbagai kanal komunikasi masyarakat yang mengaku kesulitan mengakses layanan pada jam-jam sibuk.
Menanggapi kondisi tersebut, Plt Kadisdik Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan menjelaskan, gangguan yang terjadi kemungkinan dipicu oleh tingginya jumlah pengguna yang mengakses sistem secara bersamaan pada hari pertama pembukaan pendaftaran.
Menurutnya, calon peserta didik maupun orang tua tidak perlu khawatir karena proses pendaftaran dapat dilakukan kembali jika mengalami kendala saat mengakses sistem.
"Bisa dilakukan pendaftaran berulang-ulang. Kemungkinan karena banyaknya pendaftar yang mengakses sistem pada hari pertama," kata Alek.
Disdik Kota Pekanbaru memastikan terus melakukan pemantauan terhadap kinerja sistem selama masa pendaftaran berlangsung guna mengantisipasi gangguan dan memastikan seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendaftar.
SPMB SMP Kota Pekanbaru tahun 2026 dilaksanakan secara daring dan dijadwalkan berlangsung hingga 25 Juni 2026.
Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan waktu pendaftaran yang masih tersedia dan memastikan seluruh dokumen persyaratan telah dipersiapkan dengan lengkap sebelum melakukan registrasi.
Dengan jumlah pendaftar yang terus bertambah pada hari pertama, persaingan di sejumlah sekolah negeri favorit diperkirakan akan semakin ketat menjelang penutupan pendaftaran.