PEKANBARU – Sebaran titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera pada Sabtu (7/11/2026) sore mencapai 178 titik.
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 108 titik, sementara Provinsi Riau terpantau hanya memiliki satu titik panas yang berada di Kota Dumai.
Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tersebut menunjukkan konsentrasi hotspot masih didominasi wilayah Sumatera bagian selatan.
Lampung menempati urutan berikutnya dengan 42 titik, disusul Bangka Belitung sebanyak 20 titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Indah menyampaikan, selain tiga provinsi tersebut, hotspot juga terdeteksi di Jambi dan Bengkulu.
“Total titik panas wilayah Sumatera pada Sabtu sore sebanyak 178 titik,” ujar Indah.
Rincian sebaran hotspot di Sumatera meliputi Sumatera Selatan 108 titik, Lampung 42 titik, Bangka Belitung 20 titik, Jambi enam titik, serta Bengkulu satu titik.
Sementara itu, Riau mencatat satu hotspot yang terdeteksi di Kota Dumai.
Dominasi Sumatera Selatan menjadi perhatian dalam pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera. Dari total 178 hotspot yang terdeteksi, lebih dari separuh berada di provinsi tersebut.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa distribusi titik panas tidak merata antardaerah. Lampung dan Bangka Belitung juga mencatat puluhan hotspot, sedangkan wilayah Riau berada pada angka yang relatif rendah.
Meski demikian, keberadaan satu hotspot di Dumai tetap menjadi bagian penting dalam pemantauan karhutla di Riau.
Jumlah titik panas yang rendah tidak serta-merta menjadi jaminan tidak adanya potensi kebakaran, mengingat hotspot merupakan indikator awal yang perlu ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan.