PEKANBARU – Sebanyak 350 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Sumatera pada Selasa (3/11/2026) sore.
Provinsi Jambi menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 160 titik, disusul Sumsel sebanyak 115 titik.
Sementara itu, Provinsi Riau mencatat lima titik panas yang tersebar di empat kabupaten.
Kondisi ini menjadi perhatian mengingat kemunculan hotspot perlu dipantau untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Indah menyampaikan, sebaran hotspot di Sumatera masih terkonsentrasi di sejumlah provinsi, terutama Jambi dan Sumsel.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera, Selasa (3/11/2026) sore ada 350 titik," tutur Indah.
Berdasarkan data BMKG, Jambi menempati urutan pertama dengan 160 titik panas.
Berikutnya Sumsel sebanyak 115 titik dan Kepulauan Babel 68 titik.
Adapun Lampung terpantau memiliki dua titik panas. Sementara Riau mencatat lima titik.
Di Riau, sebaran hotspot terdeteksi di Kabupaten Inhil sebanyak dua titik. Sedangkan Kabupaten Bengkalis, Pelalawan, dan Inhu masing-masing mencatat satu titik panas.
Dengan demikian, Inhil menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak di Riau berdasarkan pemantauan sore tersebut.
Meski jumlah hotspot di Riau relatif kecil dibandingkan provinsi lain di Sumatera, pemantauan tetap diperlukan.
Sebab, keberadaan titik panas merupakan indikasi awal yang perlu diverifikasi untuk memastikan ada atau tidaknya kebakaran di lapangan.
BMKG mengingatkan pentingnya pemantauan perkembangan hotspot sebagai bagian dari upaya deteksi dini karhutla, terutama di wilayah yang memiliki sebaran titik panas.