PEKANBARU - Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera tercatat mencapai 119 titik. Dari total tersebut, Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 75 titik. Sementara itu, Provinsi Riau dilaporkan nihil titik panas.
Berdasarkan data yang disampaikan, hotspot di wilayah Sumatera tersebar di sejumlah provinsi. Sumatera Utara mencatat satu titik, Sumatera Barat empat titik, Bengkulu tiga titik, Lampung empat titik, Sumatera Selatan 75 titik, serta Bangka Belitung 32 titik.
Adapun Riau tidak mencatat adanya titik panas atau dinyatakan nihil (NIL). Kondisi ini menjadi perkembangan positif di tengah upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Sumatera.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau masih menghadapi tantangan kabut asap meski Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengeluarkan Riau dari daftar lima provinsi prioritas penanganan karhutla nasional.
Keputusan tersebut didasarkan pada kondisi titik panas yang dilaporkan sudah tidak ditemukan di Riau. Meski demikian, nihilnya hotspot tidak serta-merta menjadi jaminan bahwa persoalan kabut asap telah sepenuhnya berakhir.
Pemantauan kondisi lingkungan dan kualitas udara tetap penting dilakukan untuk memastikan masyarakat terlindungi dari dampak kebakaran hutan dan lahan, terutama apabila masih terdapat sumber asap dari kebakaran yang belum terdeteksi atau asap kiriman dari wilayah lain.