PEKANBARU – Kondisi asap yang masih tebal di sejumlah wilayah Provinsi Riau menjadi perhatian terhadap kesehatan masyarakat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap dampak asap yang dapat mengganggu sistem pernapasan.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Alfa Nataris, mengatakan berdasarkan pemantauan pada Senin (19/10/2026), terdeteksi sebanyak 2.424 titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera.
Dari jumlah tersebut, Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni mencapai 1.560 titik. Selanjutnya, Jambi mencatat 345 titik panas, Bangka Belitung 292 titik, Lampung 198 titik, Bengkulu 25 titik, serta Aceh dan Sumatera Barat masing-masing satu titik.
Sementara itu, jumlah titik panas yang terdeteksi di Provinsi Riau tercatat sebanyak dua titik. Masing-masing berada di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Indragiri Hilir.
Meski jumlah titik panas di Riau relatif sedikit dibandingkan sejumlah provinsi lain di Sumatera, kondisi asap yang masih tebal tetap perlu diwaspadai karena berpotensi mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan dampak paparan asap, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
“Dengan kondisi asap yang masih tebal di wilayah Riau, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya pada kesehatan, terutama sistem pernapasan,” ujar Alfa.
Ia juga mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, aktivitas di luar rumah sebaiknya dibatasi apabila kondisi asap semakin pekat.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat,” lanjutnya.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan diharapkan menggunakan pelindung pernapasan yang sesuai serta segera mengurangi paparan asap apabila mulai merasakan keluhan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi pada mata.
Kewaspadaan masyarakat menjadi penting agar dampak kondisi udara berasap dapat diminimalkan, terutama jika kabut asap masih menyelimuti wilayah Riau dalam beberapa waktu ke depan.