PEKANBARU – Sebaran titik panas (hotspot*) di Sumatera mencapai 2.514 titik pada Kamis (15/10/2026) sore.
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 1.803 titik, sedangkan Riau mencatat empat titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang menyebutkan, hotspot di Riau terdeteksi di tiga daerah, yakni Kabupaten Pelalawan sebanyak dua titik, Kabupaten Siak satu titik, dan Kota Dumai satu titik.
Meski jumlah hotspot di Riau relatif kecil dibandingkan provinsi lain, kondisi tersebut tetap perlu dipantau.
Deteksi titik panas menjadi salah satu indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi tidak serta-merta memastikan adanya kebakaran.
Berdasarkan data BMKG, selain Sumatera Selatan, hotspot terkonsentrasi di Jambi dengan 576 titik. Sementara itu, Bangka Belitung mencatat 72 titik dan Lampung 55 titik.
Wilayah lain memiliki jumlah yang jauh lebih sedikit, yakni Sumatera Utara dua titik, Aceh satu titik, dan Kepulauan Riau satu titik.
Dominasi hotspot di Sumatera Selatan dan Jambi menunjukkan bahwa pemantauan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi.
Perkembangan titik panas di Riau juga perlu diawasi, terutama untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas kebakaran dan dampaknya terhadap kualitas udara.