PEKANBARU – Sebaran titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera masih didominasi Sumatera Selatan dengan 1.720 titik pada Minggu (11/10/2026) sore.
Sementara itu, Provinsi Riau terpantau memiliki satu titik panas yang terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hulu.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby melaporkan, total hotspot di wilayah Sumatera mencapai 2.279 titik.
"Sebaran tersebut mencakup delapan provinsi, dengan konsentrasi terbesar berada di Sumatera Selatan," ucap Deby.
Selain Sumatera Selatan, Bangka Belitung mencatat 258 titik panas, disusul Jambi sebanyak 148 titik dan Lampung 140 titik.
Bengkulu terdeteksi memiliki delapan titik, Sumatera Utara tiga titik, serta Kepulauan Riau satu titik.
Adapun rincian sebaran hotspot di Sumatera berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru pada Minggu sore meliputi Sumatera Selatan 1.720 titik, Bangka Belitung 258 titik dan Jambi 148 titik.
Kemudian, Lampung 140 titik, Bengkulu 8 titik, Sumatera Utara 3 titik, Kepulauan Riau 1 titik dan Riau 1 titik.
Dominasi Sumatera Selatan menjadi perhatian dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera.
Meski jumlah titik panas di Riau relatif rendah, temuan satu hotspot di Indragiri Hulu tetap perlu ditindaklanjuti melalui verifikasi lapangan.
Keberadaan hotspot tidak serta-merta memastikan terjadinya kebakaran. Data tersebut merupakan indikasi panas yang terdeteksi oleh satelit dan perlu dikonfirmasi untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.
Karena itu, pemantauan lanjutan dan respons cepat tetap diperlukan untuk mencegah potensi titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas, terutama jika kondisi cuaca mendukung penyebaran api.