PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai membedah titik-titik rawan kemacetan di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru.
Pelebaran jalan dilakukan di kawasan Universitas Riau (Unri) dan sekitar pemancar RRI sebagai bagian dari upaya memperlancar arus kendaraan pada jam sibuk.
Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau menargetkan pekerjaan tersebut selesai pada Desember 2026.
Plt Kadis PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi melalui Plt Kabid Bina Marga, Khairul Rizal mengatakan, pelebaran tidak dilakukan sepanjang Jalan HR Soebrantas, melainkan difokuskan pada dua lokasi yang dinilai membutuhkan penambahan kapasitas jalan.
Di sekitar pemancar RRI, pelebaran mencakup ruas sepanjang 300 meter. Sementara di kawasan Unri, pekerjaan dilakukan sepanjang 505 meter.
"Untuk spesifikasi pelebaran, nantinya akan menjadi 16 meter. Namun hanya pada satu sisi jalan saja," kata Khairul Rizal, Kamis (8/10/2026).
Langkah tersebut menunjukkan penanganan kemacetan di Jalan HR Soebrantas diarahkan pada titik tertentu, bukan sekadar memperlebar badan jalan secara keseluruhan.
Kawasan ini menjadi salah satu jalur dengan aktivitas kendaraan tinggi karena menjadi akses utama masyarakat menuju kawasan pendidikan, permukiman dan pusat aktivitas ekonomi di Panam.
Khairul mengatakan kepadatan lalu lintas paling terasa pada pagi dan sore hari. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemprov Riau mempercepat pekerjaan.
"Jalan HR Soebrantas ini cukup padat, apalagi pada jam-jam sibuk di pagi dan sore hari. Karena itu arahan Pak Plt Gubernur, untuk dilakukan pelebaran jalan untuk memperlancar arus lalu lintas," ujarnya.
Penanganan kemacetan juga menyasar Jalan Tuanku Tambusai, khususnya di kawasan U-Turn dekat Rumah Sakit Hermina Pekanbaru.
Di lokasi tersebut, pemerintah melakukan pelebaran jalan dengan target lebar 14 meter untuk masing-masing arah. Ruas tersebut dirancang memiliki empat lajur pada setiap jalurnya.
"Untuk spesifikasi pelebaran, nantinya akan menjadi 14 meter dikali 2 jalur. Dengan masing-masing 4 lajur," jelasnya.
Pekerjaan ini berkaitan langsung dengan persoalan lalu lintas di kawasan Simpang SKA. Arus kendaraan yang bertemu dari Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai selama ini menjadi salah satu titik yang membutuhkan penataan kapasitas dan pergerakan kendaraan.
Pemprov Riau tidak hanya mengandalkan pelebaran badan jalan, tetapi juga menyiapkan rekayasa arus lalu lintas untuk mengurangi tekanan kendaraan di kawasan tersebut.
"Karena ini sudah menjadi atensi pimpinan agar kita harus gerak cepat," pungkasnya.