PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 2.471 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumatera pada Minggu (4/10/2026).
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mengatakan sebaran hotspot masih ditemukan di sejumlah provinsi di Sumatera, dengan jumlah tertinggi berada di Sumatra Selatan.
“Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatra sebanyak 2.471 titik,” kata Elisa JS Kedang, Minggu (4/10/2026).
Berdasarkan pemantauan BMKG, Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling banyak, yakni mencapai 1.820 titik. Selanjutnya, Bangka Belitung tercatat memiliki 408 titik panas dan Lampung sebanyak 126 titik.
Sementara itu, Jambi terdeteksi 46 hotspot, Riau 61 titik, Bengkulu 2 titik, Sumatera Utara 4 titik, serta Kepulauan Riau 4 titik.
Untuk wilayah Riau, sebanyak 61 titik panas tersebar di tiga kabupaten. Indragiri Hilir menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 51 titik.
Kemudian Pelalawan tercatat memiliki 8 titik panas, sedangkan Kuantan Singingi terdapat 2 titik panas.
“Untuk wilayah Riau, hotspot terdeteksi sebanyak 61 titik, dengan sebaran di Kuantan Singingi 2 titik, Pelalawan 8 titik, dan Indragiri Hilir 51 titik,” ujar Elisa.
Data hotspot tersebut menjadi salah satu indikator yang terus dipantau BMKG untuk melihat potensi munculnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi cuaca yang dapat mendukung terjadinya kebakaran di sejumlah wilayah.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya pembakaran lahan secara terbuka.