PELALAWAN - PT Inti Indosawit Subur (PT IIS) menerima piagam penghargaan dari Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan atas kontribusinya dalam mendukung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan.
Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K. kepada perwakilan PT IIS dalam acara Pisah
Sambut Kapolres Pelalawan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan, atas undangan Bupati Pelalawan, bersama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Pelalawan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Seminai, Kantor Bupati Pelalawan, Senin malam (28/9).
Dalam kesempatan tersebut, AKBP John Louis Letedara menyampaikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang telah mengambil bagian dalam upaya pemadaman karhutla di Kabupaten Pelalawan.
“Terima kasih kepada seluruh perusahaan yang telah mengambil bagian dalam pemadaman karhutla di Kabupaten Pelalawan. Karena itu, dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam penanganannya,” ujar John Louis Letedara.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, perusahaan hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan tidak hanya ketika terjadi kebakaran, tetapi juga dalam upaya pencegahan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.
Penghargaan yang diterima PT IIS menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung upaya bersama mencegah dan menangani karhutla di Kabupaten Pelalawan.
Sebagai bagian dari Asian Agri, PT IIS menerapkan kebijakan tanpa bakar dalam pengelolaan areal operasional. Upaya pencegahan juga diperkuat melalui kesiapsiagaan personel dan sarana pemadam, pelatihan serta simulasi penanganan kebakaran, patroli dan deteksi dini, serta kolaborasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional.
Pendekatan pencegahan juga dilakukan melalui program Desa Bebas Api (DBA) yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga wilayahnya dari ancaman kebakaran. Melalui program tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi dan pendampingan mengenai bahaya karhutla serta pentingnya pengelolaan lahan tanpa menggunakan api.
Selain itu, kolaborasi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan berbagai pihak terkait menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan di tingkat masyarakat. Patroli dan pemantauan dilakukan untuk mendeteksi potensi kebakaran sedini mungkin sehingga dapat segera ditindaklanjuti apabila ditemukan titik api.
Upaya pencegahan tersebut berjalan beriringan dengan kesiapan perusahaan untuk memberikan dukungan apabila terjadi karhutla di sekitar wilayah operasional, termasuk melalui pengerahan personel dan peralatan pemadam serta koordinasi dengan pihak terkait.
Koordinator Desa Bebas Api - Asian Agri, Dani Nugraha Safly, mewakili PT IIS mengatakan penghargaan yang diberikan menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi karhutla.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi karhutla.
Penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama, sehingga sinergi dan koordinasi dengan pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat harus terus diperkuat,” kata Dani.
Menurutnya, pencegahan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko karhutla.
“Bagi kami, upaya penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika terjadi kebakaran, tetapi juga melalui langkah-langkah pencegahan dan kesiapsiagaan. Karena itu, koordinasi dengan para pemangku kepentingan menjadi bagian penting yang terus kami jaga,” ujarnya.
Dani menambahkan, PT IIS akan terus mendukung kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Saat menghadiri kegiatan tersebut, Dani turut didampingi Lindu Simatupang, Humas PT Inti Indosawit Subur.
Kegiatan dihadiri Bupati Pelalawan bersama unsur pemerintah daerah, jajaran kepolisian, perusahaan dan masyarakat Kabupaten Pelalawan.
Bagi PT IIS, penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa upaya menjaga lingkungan dan mencegah karhutla membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan. Perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat kesiapsiagaan internal sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat dalam mencegah serta menangani karhutla.
Tentang Asian Agri
Didirikan pada tahun 1979, Asian Agri merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit terkemuka di Indonesia, yang telah mengelola lebih dari 100.000 hektare perkebunan kelapa sawit dan mempekerjakan lebih dari 20.000 orang.
Sebagai pelopor Program Inti Perkebunan Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans) bersama pemerintah Indonesia, Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi, yang secara kolektif mengelola 60.000 hektare perkebunan kelapa sawit. Perusahaan ini juga menjalin kemitraan dengan petani swadaya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan mendorong pertumbuhan sosial ekonomi.
Lewat komitmen terhadap praktik berkelanjutan, Asian Agri menjunjung tinggi kebijakan tanpa pembakaran dan menerapkan praktik-praktik terbaik perkebunan untuk membantu petani plasma meningkatkan produktivitas, hasil panen, dan ketertelusuran rantai pasok, serta mendukung perjalanan mereka menuju sertifikasi. Pabrik Asian Agri memanfaatkan teknologi canggih dan energi hijau yang dihasilkan sendiri untuk meminimalkan emisi gas rumah kaca.
Perkebunan Asian Agri, serta perkebunan petani plasma, sepenuhnya bersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan International Sustainability & Carbon Certification (ISCC), yang menggarisbawahi komitmen perusahaan terhadap produksi minyak sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.(*)