PEKANBARU — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 1.160 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumatera pada Selasa (29/9/2026).
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Indah, mengatakan sebaran hotspot masih didominasi sejumlah provinsi di Sumatera bagian selatan.
“Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera sebanyak 1.160 titik,” kata Indah, Selasa (29/9/2026).
Berdasarkan data BMKG, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 683 titik. Berikutnya Jambi dengan 217 titik, Bangka Belitung 134 titik, dan Lampung sebanyak 73 titik.
Sementara itu, Sumatera Utara tercatat memiliki 23 titik panas, Aceh 11 titik, Riau 12 titik, Sumatera Barat 7 titik, serta sejumlah titik lainnya tersebar di provinsi lain.
Untuk wilayah Riau, BMKG mencatat terdapat 12 hotspot yang tersebar di lima kabupaten. Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu masing-masing terdeteksi tiga titik panas.
Kemudian Kabupaten Kuantan Singingi, Rokan Hulu, dan Siak masing-masing tercatat memiliki dua titik panas.
“Untuk wilayah Riau, terpantau 12 titik panas yang tersebar di Kabupaten Kuantan Singingi dua titik, Pelalawan tiga titik, Rokan Hulu dua titik, Siak dua titik, dan Indragiri Hulu tiga titik,” ujar Indah.
Dengan masih ditemukannya hotspot di sejumlah wilayah Sumatera, kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di daerah yang memiliki konsentrasi titik panas cukup tinggi.
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik panas dan kondisi atmosfer di wilayah Sumatera sebagai bagian dari upaya mendukung kewaspadaan terhadap potensi karhutla.