PEKANBARU - Sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera mencapai 583 titik pada Selasa (22/9/2026) sore.
Di tengah tingginya aktivitas panas di sejumlah provinsi, Riau tercatat hanya memiliki tiga titik panas.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira mengatakan, tiga hotspot di Riau terdeteksi di dua wilayah, yakni satu titik di Kabupaten Inhil dan dua titik di Kota Dumai.
"Untuk wilayah Riau terdapat tiga titik panas, yakni satu titik di Inhil dan dua titik di Kota Dumai," ujarnya.
Data BMKG Pekanbaru menunjukkan konsentrasi hotspot di Sumatera pada Selasa sore justru berada di luar Riau.
Sumsel menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, mencapai 406 titik.
Posisi berikutnya ditempati Babel dengan 99 titik dan Jambi sebanyak 61 titik. Sementara itu, Lampung terpantau memiliki 12 titik dan Aceh dua titik.
Dengan demikian, Riau hanya menyumbang sebagian kecil dari total hotspot Sumatera pada periode pengamatan tersebut.
Tingginya jumlah hotspot di Sumsel menjadi catatan utama dalam pemantauan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) regional.
Dari total 583 titik panas yang terpantau, lebih dari dua pertiganya berada di Sumsel.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persebaran hotspot di Sumatera pada Selasa sore tidak merata.
Aktivitas panas lebih terkonsentrasi di sejumlah provinsi, sementara Riau berada pada jumlah yang jauh lebih rendah.
Untuk Riau sendiri, keberadaan hotspot perlu tetap dipantau karena dua dari tiga titik berada di Dumai, sedangkan satu lainnya berada di Inhil.