www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Kabut Asap Picu 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan di Pekanbaru, ISPA Mendominasi
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


ISPA Tembus 11.370 Kasus, Diskes Riau Siapkan Posko Darurat Kabut Asap
Kamis, 17 September 2026 - 18:00:39 WIB
Kemenkes dan Diskes Riau dirikan posko kabut asap.(ilustrasi/AI/halloriau.com)
Kemenkes dan Diskes Riau dirikan posko kabut asap.(ilustrasi/AI/halloriau.com)

PEKANBARU - Diskes Provinsi Riau mulai menyiapkan langkah darurat menghadapi risiko memburuknya kualitas udara di Pekanbaru.

Sebuah tenda yang dipersiapkan sebagai Posko Kesehatan Penanggulangan Kabut Asap telah berdiri di halaman Kantor Diskes Riau, Jalan Cut Nyak Dhien, Pekanbaru, Kamis (17/9/2026).

Posko tersebut disiapkan di tengah tingginya kasus gangguan kesehatan yang terjadi selama periode 1-14 September 2026.

Berdasarkan data Diskes Riau, tercatat 12.358 kasus gangguan kesehatan dalam kurun waktu dua pekan tersebut.

Dari jumlah itu, 11.370 kasus merupakan ISPA. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan gangguan kesehatan lain yang tercatat, yakni iritasi kulit sebanyak 353 kasus, asma 332 kasus, konjungtivitis 252 kasus dan pneumonia 51 kasus.

Kadiskes Riau, Zulkifli mengatakan, posko disiapkan sebagai lapisan pelayanan tambahan apabila masyarakat mengalami gangguan pernapasan secara tiba-tiba ketika berada di luar rumah.

“Di posko ini nanti kita siapkan masker, tempat konsultasi, edukasi, pemberian obat. Ambulans juga kita standby-kan. Ada rumah oksigen dengan kapasitas tiga tempat tidur yang kita siapkan di posko,” kata Zulkifli, Kamis (17/9/2026).

Zulkifli menjelaskan, posko tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan fungsi puskesmas, pustu maupun klinik.

Pelayanan kesehatan reguler tetap dilakukan melalui fasilitas kesehatan yang selama ini tersedia.

Posko lebih diarahkan untuk menangani warga yang membutuhkan pertolongan awal dalam situasi darurat, khususnya mereka yang tiba-tiba mengalami sesak napas atau keluhan lain yang berkaitan dengan buruknya kualitas udara.

“Posko ini sebagai tanggap darurat awal. Kalau memang parah, kita langsung rujuk. Jadi sifatnya untuk masyarakat yang mendadak sesak napas atau mengalami gejala gangguan pernapasan lainnya,” ujarnya.

Lokasi posko juga dipertimbangkan untuk melayani masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar pusat pemerintahan Kota Pekanbaru.

“Jadi sifatnya yang emergency saja. Misalnya ada masyarakat yang sedang bermain, berolahraga, atau sedang ada urusan di perkantoran pemerintah di sekitar sini, kemudian tiba-tiba sesak napas, bisa langsung datang ke posko,” ucapnya.

Meski tenda telah berdiri dan sejumlah kebutuhan mulai disiapkan, posko kesehatan tersebut belum beroperasi.

Diskes masih menyiapkan petugas dan fasilitas pendukung sebelum pelayanan dibuka.

Pengoperasian posko juga akan melihat perkembangan kualitas udara melalui indikator Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), sekaligus memantau perkembangan kasus gangguan kesehatan masyarakat.

“Tapi ini belum kita operasionalkan, ya. Masih persiapan, termasuk petugasnya. Sambil kita melihat perkembangan ISPU,” jelas Zulkifli.

Menurut dia, kondisi peningkatan kasus ISPA saat ini masih dapat ditangani melalui jaringan pelayanan kesehatan yang ada.

“Lonjakan kasus ISPA saat ini masih bisa tertangani oleh pustu dan puskesmas. Tapi tetap kita lakukan antisipasi dengan mendirikan posko ini,” tuturnya.

Diskes Riau selanjutnya akan mengevaluasi kondisi udara dan perkembangan kasus sebelum menentukan waktu operasional posko.

“Kita masih melakukan persiapan. Nanti kita rapat lagi sambil melihat perkembangan terbaru kondisi udara dan kasus ISPA di Riau, khususnya di Pekanbaru,” ujar Zulkifli.

Data Diskes Riau menunjukkan tingginya kasus gangguan kesehatan tidak hanya terjadi pada satu hari.

Pada 10 September 2026, misalnya, tercatat 1.340 kasus, sedangkan pada 8 September jumlahnya mencapai 1.270 kasus.

Pada 1 September terdapat 1.237 kasus. Sementara hingga 14 September masih tercatat 1.075 kasus gangguan kesehatan dalam sehari.

Dominasi ISPA menjadi perhatian utama karena jumlahnya mencapai 11.370 kasus dari total 12.358 kasus selama periode 1-14 September.

Sementara itu, kasus pneumonia tercatat 51 kasus. Meski jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan ISPA, keberadaannya menjadi salah satu indikator gangguan kesehatan yang ikut dipantau Diskes dalam menghadapi kondisi udara yang memburuk.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Kadiskes Pekanbaru, Hazli Fendriyanto.(foto: pekanbaru.go.id)Kabut Asap Picu 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan di Pekanbaru, ISPA Mendominasi
Polisi segel MP Club Pekanbaru.(foto: detik.com)63 Pengunjung MP Club Positif Narkoba, Pemko Pekanbaru Buka Opsi Penutupan
Marketing Director PT TAM Hiroyuki Oide (tengah), Head of Judge Octo Budhiarto (kiri) dan Rizaldi Parani (kanan), anggota Board of Judges IMX Appreciation & Industry Spotlight 2026.(foto: istimewa)600 Peserta Bersaing, Toyota Pilih 3 Sim Racer Indonesia ke Asia Finals 2026
Polda Riau gandeng M4CR pulihkan mangrove tingkatkan kesejahteraan warga pesisir (foto/rivo)Polda Riau Gandeng M4CR, Pulihkan Mangrove Sekaligus Tingkatkan Kesejahteraan Warga Pesisir
Ratusan mahasiswa geruduk Kantor Gubernur Riau akibat kabut asap belum reda.(foto: tribunpekanbaru.com)Kabut Asap Masih Pekat, Mahasiswa Geruduk Kantor Gubernur Riau
  Besok sekolah di Kota Pekanbaru kembali PJJ akibat kabut asap.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Kabut Asap Pekat Lagi, Siswa PAUD, SD-SMP di Pekanbaru Kembali PJJ 14–15 Oktober 2026
ist.BRK Syariah Raih Penghargaan Kemitraan Ekosistem Keuangan Kampus di Milad ke-64 UNRI
Kabut asap di Pekanbaru masih mengkhawatirkan.(foto: kompas.com)Kabut Asap Masih Mengkhawatirkan, DPRD Pekanbaru Minta Sekolah Tatap Muka Dievaluasi
Rumah warga di Kampar nyaris amblas akibat abrasi.(foto: tribunpekanbaru.com)Rumah Warga Pulau Gadang Terancam Amblas, BPBD Kampar Pasang Tanggul Darurat
Wakil Walikota Pekanbaru,  Markarius Anwar.(foto: rri.co.id)Pemko Pekanbaru Ajak Pemuda Bersihkan Lingkungan dan Pulihkan Penghijauan Jalan
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved