PEKANBARU - Angin segar berembus dalam upaya penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.
Meski total area terdampak dari awal tahun hingga kini menembus angka 18.582,90 hektare, sebaran titik api aktif (fire spot) kini menyusut drastis dan hanya menyisakan tiga wilayah kabupaten.
Ketiga daerah yang masih memendam titik api tersebut adalah Kabupaten Bengkalis, Inhu dan Inhil.
Petugas gabungan di lapangan masih beroperasi intensif untuk menuntaskan pemadaman.
Kalaksa BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal menegaskan, meski cakupan wilayah terdampak menyusut signifikan, tim di lapangan tidak menurunkan tingkat kewaspadaan.
Fokus utama saat ini bergeser pada proses pendinginan (cooling down), terutama di area berkarakteristik tanah gambut.
"Untuk titik karhutla hanya tinggal di tiga daerah saja, yakni Bengkalis, Inhu, dan Inhil. Saat ini juga masih terus dilakukan pemadaman," ujar M Edy Afrizal, Kamis (3/9/2026).
Edy menjelaskan, penanganan tanah gambut memerlukan kehati-hatian ekstra karena api sering kali menjalar di bawah permukaan tanah tanpa terlihat dari luar.
"Jadi kita tetap waspada karena upaya penanganan tentu memastikan seluruh sumber api benar-benar padam sehingga tidak menimbulkan kebakaran kembali. Begitu juga OMC (Operasi Modifikasi Cuaca), tetap kami lakukan setiap hari," tegasnya.
Berdasarkan data rekapitulasi BPBD Damkar Riau sejak 1 Januari 2026, terdapat akumulasi 12.677 titik panas (hotspot) dan 618 titik api di Riau.
Secara keseluruhan di tingkat regional Sumatera, total hotspot tercatat mencapai 45.775 titik.
Peta Sebaran Luas Karhutla per Kabupaten/Kota di Riau meliputi, Kabupaten Bengkalis 8.454,40 Ha, Pelalawan 6.640,99 Ha, Inhil 1.034,02 Ha dan Inhu 605,02 Ha.
Kemudian, Kota Dumai 556,01 Ha, Kabupaten Rohil 452,53 Ha, Siak 373,06 Ha, Kepulauan Meranti 217,45 Ha, Kampar 141,66 Ha, Kota Pekanbaru 103,33 Ha, Kuansing 69,87 Ha dan Rohul 33,96 Ha.
Langkah konsisten melalui pembasahan lahan, penyiraman udara (water bombing), dan penyemaian garam OMC terus dioptimalkan agar seluruh Riau sepenuhnya bebas dari kepungan asap.